lattendency
Ada beberapa orang yang masuk ke hidupmu seperti musim. Datang perlahan, meninggalkan jejak, lalu pergi ketika waktunya habis.
Namun ada juga orang-orang yang datang seperti badai. Tidak diundang, tidak diharapkan, dan mengubah seluruh hidupmu sebelum kamu sempat menutup pintu.
Ini kisah Ayden dan Ellio yang dipaksa tinggal di kamar yang sama, kamar 304. Ukuran tiga kali tiga meter, satu jendela kecil, dua ranjang, satu kipas angin tua yang berisik, dan terlalu banyak rahasia yang belum siap dibicarakan.
Semuanya bermula dari sebuah krisis, bukan krisis cinta, bukan pula krisis akademik, melainkan krisis tempat tinggal.
Dimulai dari sebuah garis batas sederhana yang ditarik dengan lakban kuning di lantai Kamar 304. Garis yang dibuat Ayden pada hari pertama mereka tinggal bersama. Dengan satu aturan tegas: "Jangan melewati batas wilayahku."
Tidak ada yang menyangka bahwa beberapa bulan kemudia.Mereka justru akan kesulitan menentukan di mana batas itu berakhir dan di mana perasaan mereka dimulai.