Dewasa
3 stories
My Campus Story by RessaD23
RessaD23
  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
Matahari sore hari menyusup melalui celah tirai berdebu di perpustakaan kampus, membiaskan garis-garis emas panjang di atas meja kayu. Udara berbau kertas lama dan aroma samar kopi dari para mahasiswa yang telah berkemah di sini selama berjam-jam. Jari-jariku menelusuri punggung buku teks-Pengantar Ekonomi Asia Tenggara-tapi pikiranku tidak tertuju pada kata-katanya. Tidak sepanjang hari ini. Aku bergeser di kursi, plastik kursi itu berderit di bawahku, dan melirik ke arah bagian belakang ruangan di mana Meilani duduk. Rambut gelapnya tergerai di tepi buku catatannya saat ia menuliskan sesuatu. Dia mengenakan blus putih ketat hari ini, yang membalut lekuk tubuhnya dengan pas, dua kancing teratas terbuka seolah dia tidak peduli dengan aturan berpakaian. Roknya tersingkap tinggi saat dia menyilangkan kaki, dan aku mendapati diriku menatapnya lebih dari sekali. Kejantananku berdenyut di dalam celana, setengah menegang hanya karena ingatan tentang bagaimana paha Meilani tampak berimpitan di bawah meja saat sesi belajar terakhir kami. Seharusnya aku fokus. Ujian tengah semester tinggal tiga hari lagi, dan jika aku gagal di kelas ini, beasiswaku akan hangus. Tapi setiap kali aku mencoba membaca, mataku kembali tertuju padanya-cara bibirnya mengatup saat dia berkonsentrasi, cara dia menggigit tutup pulpen di sela-sela giginya. Dia orang Tionghoa-Indonesia, lahir dan besar di Jakarta, tapi keluarganya berasal dari Fujian. Dia berbicara bahasa Mandarin seperti penutur asli, nadanya tajam dan tepat, dan terkadang, saat dia frustrasi, dia menyumpah dalam bahasa Hokkien dengan suara rendah. Itu adalah hal terseksi yang pernah kudengar.
Keluarga Calon Istriku by RessaD23
RessaD23
  • WpView
    Reads 5,279
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 6
Aku bernama Rizal yang berusia 27 tahun dan akan menikah dengan calon istriku bernama Nisa (25 Tahun), yang akan menceritakan tentang kejadian affair yang terjadi antaran rizal dan juga beberapa wanita dikeluarga nisa sebut saja Rahma : calon ibu mertuaku yang anggun dan cantik berusia 45 tahun Rima kakak pertama nisa yang berusia 30 tahun dan ajeng kakak kedua nisa yang berusia 27 tahun Sinar matahari sore menelusup melalui tirai renda di rumah keluarga Nisa, membiaskan bayang-bayang belang di atas lantai kayu yang mengilap. Aroma kapulaga dan kayu manis masih tertinggal di udara, sisa-sisa teh yang diseduh Rahma sebelumnya. Rizal duduk di sofa empuk ruang tamu, membolak-balik majalah yang sebenarnya tidak ia baca; pikirannya melayang entah ke mana. Tunangannya, Nisa, sedang pergi keluar untuk urusan mendesak, meninggalkannya sendirian bersama keluarga perempuan itu-sebuah situasi yang kian hari kian sarat dengan ketegangan. Rahma, ibu Nisa, melangkah anggun melintasi ruangan. Rok panjangnya yang menjuntai menyapu lantai di setiap langkah. Hari ini ia mengenakan hijab berwarna hijau zamrud tua; kainnya tersampir longgar di bahu, memperlihatkan lekukan tulang selangkanya yang indah. Rizal memperhatikannya dari sudut mata. Jantungnya berpacu saat melihat Rahma membungkuk sedikit untuk merapikan vas di meja kopi-gerakan yang membuat hijabnya tersingkap, cukup untuk memperlihatkan gundukan dadanya di balik blus yang dikenakan. Rizal menelan ludah dengan susah payah, merasakan desakan yang menegang di balik celananya. Ini salah. Benar-benar salah. Namun, pemikiran itu justru membuat api hasratnya kian berkobar.
Kehidupanku Yang Baru by RessaD23
RessaD23
  • WpView
    Reads 353
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
Pagi di komplek perumahan asri itu selalu dimulai dengan pemandangan yang sama: Sarah (32) yang tampak anggun menyapu halaman dengan gamis berwarna pastel dan kerudung yang selalu rapi menutup dada. Senyumnya tipis namun ramah, cukup untuk membuat para tetangga menjadikannya standar "istri idaman". Sarah adalah wanita yang sabar. Ia mendampingi Fahri (38) dari masa sulit hingga kini sang suami menjadi manajer di sebuah perusahaan logistik ternama. Rumah mereka besar, bersih, dan harum aroma terapi-tapi juga sangat sunyi.