mazbintang
Turin, 2001. Bagi Elio, dunia hanya sebatas barisan kursi tribun disabilitas di Stadion Delle Alpi dan papan kartu di bar tua Circolo Arci. Sebagai seorang Tifosi Juventus sejati, kakinya mungkin tak bisa berjalan, namun jiwanya terbang setiap kali Zinedine Zidane berdansa dengan bola. Baginya, Juventus adalah segalanya-hingga sang Maestro dijual ke Madrid dan dunianya terasa runtuh.
Namun, di tengah duka kota Turin, takdir mempertemukannya dengan Chiara, seorang pramugari maskapai carteran yang menghabiskan hidupnya di ketinggian 30.000 kaki. Chiara adalah saksi bisu di balik tirai kabin first class; ia melihat air mata para gladiator lapangan hijau, mendengar bisik-bisik busuk manajemen, dan menyaksikan sisi manusiawi para dewa sepak bola yang tak pernah muncul di surat kabar.
Pertemuan mereka dimulai dari tumpahan cappuccino dan mesin mobil yang mogok, namun segera berubah menjadi ikatan yang rumit. Di antara gemuruh Liga Champions, aroma parfum bunga lili, dan intrik politik keluarga Agnelli hingga skandal Ali-Jabr, Elio dan Chiara harus menjawab satu tanya:
Dapatkah cinta tetap tumbuh di antara dua dunia yang berbeda-satu yang terpaku di bumi, dan satu yang selalu mengejar langit?