bromance
36 stories
SALAH PAHAM [END] by gomdoleeee
gomdoleeee
  • WpView
    Reads 127,396
  • WpVote
    Votes 11,299
  • WpPart
    Parts 40
Bestie sejak bayi. Rumah sebelahan. Hidup bareng kayak kembar, cuma beda bapak-emak. Masalah terbesar? Dunia nggak pernah berhenti salah paham. Tapi yaudahlah. Selama masih ada cilok, kucing, dan satu sama lain... Mereka nggak peduli. . . . Genre: Not BXB! Family, Comedy, Slice of Life, Bromance (beware mungkin mengandung bahasa kasar 🫢) Fiksi yaaaa, seperti sebelumnya minjem visual idol favoritku biar gampang dibayangin hehehew, kalau nggak suka sama visualnya feel free untuk dibayangin sesuka hati kalian 🩷 Happy Reading 🫶🏼
Just Friend? [COMPLETE] by Rayyn_22
Rayyn_22
  • WpView
    Reads 9,988
  • WpVote
    Votes 995
  • WpPart
    Parts 16
[Alternative Universe dari book Midnight Classmate. Genre? sesuai keyakinan readers] Ethan Kayes. Terkenal sebagai anak yang nakal, keras kepala, sifat nya yang kekanak-kanakan dan ego nya yang tinggi. Berdebat dengan nya bukan pilihan yang bagus untuk kesabaran kalian yang setipis tisu. Sedangkan Kael Vladis-murid baru di kelas yang Ethan tempati-datang dengan membawa aura intimidasi yang sangat kuat. Bukan hanya itu, tampilan nya sangatlah menggetarkan hati. Sifat dingin dan cuek milik nya menjadi daya tarik tersendiri. Sayang nya, Kael Vladis itu orang yang sarkastik. Apapun kata yang keluar dari mulut nya dapat menghancurkan harapan orang di sekitar nya. Ah, ini tidak berlaku untuk Ethan. Dua raga ini saling membenci satu sama lain. Ethan yang benci dengan sifat dingin dan cuek Kael. Dan Kael yang benci dengan kejahilan yang dibuat oleh Ethan. Namun, tidak ada yang menyangka kebencian diantara dua raga itu menimbulkan suatu kedekatan yang tidak biasa. Benar-benar tidak biasa untuk hanya disebut interaksi antar "teman". "Ngejauh dikit bisa ga? gue cuma mau ke toilet doang." "Ga. Nanti lo kabur lagi." Start ➯ 7 Maret 2026 Finish ➯ ???
Silent prince by jajaymel
jajaymel
  • WpView
    Reads 92,260
  • WpVote
    Votes 8,477
  • WpPart
    Parts 16
Banyak orang mendeskripsikan Arjuna sebagai raja malam yang dingin, ia hanya mengeluarkan sepata dua pata kepada lawan bicaranya. Padahal, Arjuna sedang berusaha menutupi aib yang ia miliki dengan cara jarang berbicara, atau menghindari suku kata yang memiliki unsur huruf 'R'. Arjuna, si anak tengah yang menganggap dirinya hanyalah aib keluarga, ia merasa apapun kekurangan yang dimilikinya adalah aib bagi keluarga. Banyak cara Arjuna lakukan untuk menghindari anggota keluarga, tak kecuali sang Ayah yang sangat menyayanginya. "Sudah cukup", pikir sang kepala keluarga, ia muak melihat anak tengahnya menghindar, entah apa yang membuat sang anak tampak tidak nyaman dengannya ataupun anggota keluarga yang lain. Dengan cara apapun ia akan mengurung si tengah, apapun itu, yang terpenting anak tengahnya ada dalam rengkuhannya. _________________________________________ Hai hai haiii, cerita ini rada klise, tapi aku bakal coba buat se beda mungkin. mohon suportnya, aku penulis amatir yang pengen kembangin tata cara penulisan. Selamat membaca sayangkuuuu ❤❤
KALLIAS: Tangled Thread by allowworlds
allowworlds
  • WpView
    Reads 2,631
  • WpVote
    Votes 588
  • WpPart
    Parts 82
"Menolak pengakuan cinta sang Heroine adalah kesalahan fatal pertama yang kulakukan. Kesalahan kedua? Mengira aku bisa selamat dari kiamat hanya dengan menghindari alur novelnya." Terjebak dalam novel Romance-Apocalyptic yang dibacanya di kereta bawah tanah, pria itu kini terbangun sebagai Kallias De Zachary. Masalahnya, Kallias bukanlah sang protagonis, melainkan seorang pangeran yang keberadaannya bahkan tak pernah tertulis dalam novel asli. Mengetahui dunia ini akan segera berakhir dalam kehancuran kiamat, Kallias memilih jalan teraman, Menolak dengan kejam perasaan sang pemeran utama perempuan dan menghindari konflik suksesi takhta yang mematikan. Namun, keputusannya justru menjadi pemicu percepatan apocalypse. Kini, Kallias terjepit di antara dua neraka, yaitu perebutan takhta yang berdarah dengan pemeran utama pria, dan ancaman kehancuran dunia yang datang lebih awal. Di tengah labirin takdir yang semakin kusut, ia menyadari satu hal mengerikan-bahwa ada sosok rahasia yang sedari awal merajut benang kematiannya dari balik bayang-bayang. Akankah ia berhasil memutus rantai takdir yang menolak membiarkannya beristirahat? Ataukah ia akan hancur bersama dunia yang gagal ia selamatkan? "Selamat datang di siklus tanpa akhir. Selamat datang di Role Tower." Temukan Jawabannya dengan terus membaca KAT, Kallias Tangled Thread. DISCLAIMER: Alur cerita KAT bersifat lambat (Slow-pacing) dan berfokus pada perkembangan karakter serta misteri dunia Role Tower. Disarankan untuk membaca dengan saksama. Naskah sudah TAMAT (105 Bab) dan akan update rutin setiap Senin sampai jumat (tanpa halangan)
The Lost Cael (Selesai) by Pandan-green
Pandan-green
  • WpView
    Reads 749,983
  • WpVote
    Votes 80,010
  • WpPart
    Parts 51
Marcel mengutuk orang yang telah menabrak ibu dan adiknya hingga tewas. Menyumpah pelaku tidak akan diberi kebahagiaan dalam hidupnya. Terus tersiksa. Terus mengalami luka yang lebih sadis dari yang ia alami sampai detik ini. Marcel bersumpah. Tapi ... takdir malah main-main dengannya. "KENAPA HARUS TUBUH INI, SIALAN?!" Deskripsi diubah 21 Maret 2026
AVIOTHIC by meimeican_342
meimeican_342
  • WpView
    Reads 28,721
  • WpVote
    Votes 996
  • WpPart
    Parts 41
Mencari kebebasan yang tak pernah ia dapatkan, seorang remaja yang terjebak didalam sangkar emas buatan keluargannya sendiri. Bisakah mereka mengerti akan dirinya yang haus akan kebebasan?, cukup selama ini ia diam dengan segala aturan yang diberikan padanya. Kedepannya?, ia akan mencari 1001 cara agar bisa bebas dari mansion sialan itu! Sejatinya tak ada kata sempurna. Keadaan yang terlihat normal pun tak bisa dikatakan baik-baik saja. Banyak sekali orang bodah yang merelakan keluarganya karena sebuah harta. "Ikuti kata kuncinya" "Kenapa harus?" "Tak ada yang bisa dipercaya." _____ "Jangan pernah lepas topeng mu" "Ck, apakah selama hidupku akan menggunakan topeng sialan ini?!" "Belum saatnya, ikuti saja alurnya" ______ "Membusuklah di neraka!" Welcome siders/readers☺ Cerita ini murni dari otak author, apabila ada kesamaan nama tokoh, latar, mohon maaf. . . Warning: - bahasa baku/non baku - kata" frontal - bukan BxB! Bijaklah dalam membaca😉 Start : 27 Februari 2023
Paduka Raja by dhiladinia
dhiladinia
  • WpView
    Reads 141,987
  • WpVote
    Votes 20,071
  • WpPart
    Parts 45
Cavendish tak pernah menginginkan tahta, tapi dia juga tidak pernah membayangkan akan "terlempar" ke raga seorang remaja di dunia yang asing. Kini, ia bukan lagi calon raja, melainkan Cavein-sebuah aib yang disembunyikan dalam mansion mewah. Bagi Cavendish, menjadi anak haram yang dikucilkan adalah kebebasan. Dia hanya ingin hidup tenang dalam bayang-bayang. Tapi sebuah pertemuan tak sengaja mengubah segalanya. Dipaksa masuk ke lingkaran keluarga yang membencinya, Cavendish tetap tak peduli. Sikap dingin dan cuek Cavendish justru menjadi magnet bagi mereka yang ingin menghancurkannya. Dari kebencian yang mendalam, perlahan berubah menjadi obsesi yang menyesakkan. "Sial, kalau tahu begini lebih baik aku meneruskan tahta saja."
They Think I'm Something Divine by aweabo
aweabo
  • WpView
    Reads 29,364
  • WpVote
    Votes 4,363
  • WpPart
    Parts 17
"...Tuan muda?" Tidak ada jawaban. Namun jari yang sebelumnya kaku itu bergerak. Kepalanya sedikit miring, menatap sekeliling dengan tatapan yang terlalu tenang untuk situasi seperti ini. "Oh sial, kenapa aku bangun di peti mati..." gumamnya kepada diri sendiri
SORA ATMAJA [END] by lilyyybulan
lilyyybulan
  • WpView
    Reads 153,928
  • WpVote
    Votes 15,835
  • WpPart
    Parts 44
Sora adalah seorang guru di salah satu sekolah Menengah Atas. Dia mempunyai seorang kakak sebagai model terkenal, dan seorang adik dokter hebat. Mereka jarang pulang, Rumah bagi mereka bukan tempat menetap, melainkan sekadar singgah, tempat untuk tidur atau melepas lelah sebelum kembali ke dunia masing-masing. "Bisakah kalian pulang? Aku seperti sebatang kara hidup dirumah ini." "Kamu bukan lagi anak kecil Ra, berhentilah mengeluh, Aku tidak bisa pulang, pemotretan sampai larut malam hari ini." "Maaf Ra, pasien hari ini banyak, tapi aku akan usahakan pulang secepatnya." Mereka peduli... Tapi mereka juga mengabaikan. . .
ARSITEK PERADABAN  by blackcurrantbery
blackcurrantbery
  • WpView
    Reads 61,197
  • WpVote
    Votes 6,124
  • WpPart
    Parts 27
Alan sedang menulis di papan tulis, tangan gemetar saat mencoba menjelaskan materi sejarah. Tiba-tiba sesuatu menghantam kepalanya, dan penghapus jatuh ke lantai, diikuti tawa kecil dari beberapa siswa. Alan menoleh dan melihat Damar duduk santai di dekat jendela, kaki dinaikkan ke kursi, matanya menatapnya lurus. Tanpa menutupi rasa usilnya. "Damar, jangan begitu " suara Alan terdengar cemas. "Kenapa? Cuma penghapus " Damar menjawab datar, mengangkat bahu tanpa menyesal. Sebelum Alan sempat menegur lebih jauh, suara kursi terseret keras dari belakang kelas memotong semuanya. Semua mata menoleh. Raka berdiri dengan langkah pelan tapi berat, berjalan langsung ke Damar. Kelas hening saat Raka berhenti di depan mejanya. "Ambil," suara Raka rendah, menunjuk penghapus di lantai dekat kaki Alan. Damar menatapnya sebentar, lalu menatap Raka lagi. "Kalau nggak?" Tangan Raka mencengkeram kerah seragam Damar dengan cepat. Kursi Damar terdorong ke belakang, membuat Alan tersentak. "Raka, jangan" Raka menoleh sekilas ke arah Alan. "Diam." Alan langsung menutup mulut. Raka kembali menatap Damar dengan tajam. "Jangan sentuh apa pun yang ada di depan kelas." Damar menatap beberapa detik, lalu terkekeh pelan. Ia menunduk, mengambil penghapus dari lantai. Di belakang, Arvin hanya duduk bersandar di kursinya. Matanya mengikuti setiap gerakan, tenang, observatif, tanpa ikut bicara. Di bangku depan, Fariz memutar pulpen di jarinya, menatap Alan tanpa berkedip, berdiri perlahan dan berkata, "Pak Guru." Alan menoleh kaku. "Takut ya tadi?" Alan buru-buru menggeleng. "Ti-tidak..." Fariz tersenyum kecil, senyum yang aneh, seperti menyimpan maksud tersembunyi. "Tangan Bapak gemetar." Dari belakang kelas, suara Raka terdengar dingin " Duduk " Fariz melirik Raka sebentar. "Iya," gumamnya pelan sebelum kembali ke bangkunya. Tapi sebelum duduk, ia menatap Alan sekali lagi. Matanya menyipit. "Kalau ada yang ganggu lagi, gue mau lihat wajah panik pak guru lagi, lucu soalnya "