Zezert140102
Carmen, seorang mahasiswa biasa dengan kehidupan yang biasa-uang pas-pasan, kamar kost berantakan, dan semangat yang pasang surut mengikuti kondisi dompet. Suatu sore, tanpa tujuan jelas, ia tertarik memasuki sebuah toko buku tua yang berdiri aneh di antara deretan bangunan modern. Toko itu gelap, berdebu, dan penuh aroma buku lapuk.
Di sanalah ia menemukan sebuah buku bersampul beludru merah tua. Buku kosong. Tidak ada tulisan, tidak ada ilustrasi. Saat hendak mengembalikannya, Carmen terjebak dalam peraturan absurd toko itu: barang yang sudah disentuh wajib dibeli. Dengan harga tiga ratus ribu rupiah-uang yang setara dengan hidupnya untuk bertahan sebulan -Carmen terpaksa membawa pulang buku itu, lengkap dengan bonus set alat tulis antik yang ia paksa sebagai kompensasi.
Kejadian aneh itu membuat dompetnya nyaris kosong di awal bulan. Seratus dua puluh tiga ribu lima ratus rupiah harus cukup untuk tiga puluh hari ke depan. Carmen kesal, frustrasi, bahkan sempat mengomeli buku itu di halte bus seperti orang gila.
Namun malam harinya, ditemani semangkok mie instant dari sahabatnya A-na, Carmen mulai menerima takdirnya. Ia memutuskan menggunakan buku itu sebagai tempat curhat-menulis tentang hari sialnya, tentang keluh kesah anak kost, dan sebuah harapan kecil: semoga besok ia dapat kerja sampingan.
Pagi datang, Carmen berangkat kuliah dengan roti kadaluarsa untuk sarapan, sepatu lusuh, dan semangat yang perlahan bangkit. Tanpa ia sadari, buku merah itu menyimpan sesuatu lebih dari sekadar kertas kosong. Ada cap misterius di halaman terakhir, dan kehangatan aneh setiap kali ia menyentuhnya.
Sebuah cerita tentang pertemuan tak terduga, buku misterius, dan bagaimana hal-hal sial kadang membawa kita pada petualangan yang tak pernah kita bayangkan.
Apakah buku merah itu benar-benar kosong? Apa yang akan Carmen tulis selanjutnya? Dan akankah harapannya untuk mendapat kerja terkabul?
.
.
.
NOTE: UPDATE DUA KALI SEMINGGU (TIDAK MENENTU)
JAM: 23:00 - 00:00