mikaelach09
- Reads 817
- Votes 137
- Parts 10
Di depan lampu sorot kamera, Pradipta Adhitama Widjaja (39) adalah sosok tanpa cela. Sebagai Menteri Pertahanan, dia adalah baja yang mustahil retak; dingin, tajam, dan hanya bicara tentang kekuasaan. Baginya, jatuh cinta bukan cuma buang waktu, tapi juga sebuah kekalahan.
Namun, semua topeng itu luruh begitu dia melewati gerbang rumahnya yang tersembunyi di balik sunyinya hutan pinus.
Renjana Aruna Putri (22) tidak pernah punya niat untuk mencuri perhatian pria sehebat Pradipta. Dia datang ke rumah itu dengan hati yang hancur, membawa label "anak narapidana" yang terus menghantuinya. Sebagai cucu pembantu, Renjana sangat sadar diri. Tugasnya hanya sederhana: menyiapkan secangkir kopi hitam pahit setiap tengah malam, lalu kembali bersembunyi di balik bayangan sebelum fajar tiba.
Sayangnya, Pradipta mulai menginginkan lebih dari sekadar kopi.
Tatapan tajam yang biasanya membuat musuh negara gemetar, kini justru menatap Renjana dengan cara yang berbeda-penuh tuntutan sekaligus luka. Di balik aroma kopi dan keheningan malam, ada getaran yang seharusnya tidak ada.
Pradipta tahu, mencintai Renjana adalah bunuh diri politik. Begitu juga dengan Renjana yang paham kalau berharap pada pria setinggi langit itu adalah kesia-siaan.
Satu langkah yang salah, dan dunia akan menghancurkan mereka tanpa ampun. Karena di dunia Pradipta, cinta adalah kelemahan. Dan sialnya, Renjana adalah kelemahan paling indah yang pernah dia miliki.