Sudutsore
"Di rumah ini, aku hanyalah bayangan. Di dapur Oma, aku adalah cahaya. Dan di atas motor Biru, aku menemukan jalan pulang."
Bagi Aruna Senja, dapur adalah satu-satunya tempat ia bisa bernapas. Di tengah tuntutan Ayahnya yang selalu membandingkannya dengan Bianca, saudara tirinya yang sempurna, Senja memilih menyembunyikan bakatnya. Baginya, aroma vanila dan adonan roti adalah pelarian dari rasa hancur setelah kehilangan Dua orang yang menyayanginya. Diam-diam, ia membangun mimpi kecilnya-sebuah bisnis kue online rahasia bernama Lantern Flour.
Namun, rahasia itu nyaris terbongkar jika bukan karena kedatangan Biru.
Seorang kakak kelas sekaligus pemimpin geng motor yang ditakuti, namun diam-diam menyimpan buku kedokteran di balik jaket kulitnya. Biru yang dipaksa menjadi penerus perusahaan oleh ayahnya, justru menemukan "obat" bagi lukanya pada gadis pendiam yang selalu beraroma kayu manis itu.
Saat dunia Senja terhimpit oleh tekanan rumah dan kecurigaan Bianca, Biru dan geng motornya datang bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menjadi pelindung. Mereka bertransformasi dari sekadar anak motor menjadi "pasukan pengantar" bagi mimpi Senja.
Di antara deru mesin motor, rahasia dapur yang harum, dan pelarian ke hulu sungai, Senja dan Biru menyadari satu hal: Bahwa perahu kertas yang hanyut mungkin akan tenggelam, tapi lentera yang dinyalakan bersama tidak akan pernah membiarkan mereka tersesat dalam gelapnya ekspektasi orang tua.