HuaMandu95z
- Reads 5,106
- Votes 599
- Parts 42
Bagi Reyhan Alvaro, tanggal 3 April bukan sekadar peringatan bertambahnya usia. Tanggal itu adalah bukti bahwa Tuhan tidak membiarkannya sendirian. Tuhan mengirimkan Kayden Arjuna, abangnya, untuk lahir di tanggal yang sama agar mereka bisa berbagi detak jantung yang serupa.
Rumah mereka adalah medan perang. Tempat di mana Ayah yang temperamental selalu memuja Kayden setinggi langit sambil menjatuhkan harga diri Reyhan hingga ke dasar bumi. Tempat di mana Ibu hanya bisa hadir seminggu sekali, membawa kasih sayang yang selalu berakhir dengan suara pecahan gelas dan teriakan penuh amarah.
selama ada Kayden di sampingnya, Reyhan merasa sanggup menghadapi segalanya.
Bagi Kayden, dunianya hanya berporos pada satu hal, memastikan Reyhan tidak pernah merasa sendirian. Jika Ayah adalah badai, maka Kayden adalah payungnya. Jika Ibu adalah kenangan pahit, maka Kayden adalah pelukan hangat yang nyata.