lussiana_
- Reads 52,511
- Votes 8,404
- Parts 49
Nayaka Baskara Tama menjalani hidup dengan tenang dan tertutup. Mahasiswa teknik mesin yang populer, jarang bicara, dan memilih jalanan malam sebagai tempat pelarian dari kesepian yang tak pernah ia akui. Balap liar baginya bukan tentang menang, melainkan tentang merasa hidup.
Kirani Adhistya Wening datang ke Jakarta membawa luka dan keyakinan. Mahasiswi Fakultas Hukum UI asal Jogja ini percaya keadilan harus ditegakkan, setelah ayahnya meninggal dalam kasus tabrak lari yang tak pernah dihukum setimpal.
Sebuah pertemuan tak sengaja di tengah malam mempertemukan dua dunia yang bertolak belakang. Dari satu foto dan satu tatapan, hidup mereka perlahan berubah.
"Di dalam hukum, semua harus punya alasan." ucap Kiran.
"Dan di jalanan, orang cuma butuh keberanian." jawab Baskara.