2zoera
Ketika semua memilih diam, siapa yang berani berbicara?
Lituhayu Basagita Arundhati Nirbita, yang akrab dipanggil Bita, adalah mahasiswi sastra bahasa yang awalnya hidup di antara puisi dan metafora. Ia tak pernah menyangka akan terseret ke dunia politik yang keras dan penuh kepalsuan. Baginya, kata-kata bukan sekadar rangkaian huruf-kata-kata adalah senjata.
Di tengah kampus yang dipenuhi mahasiswa yang lebih memilih aman dan bungkam, Bita bertemu Rembulan Swara Arnelita, mahasiswi ilmu politik yang berapi-api, lantang, dan tak pernah ragu menyuarakan pikirannya.
Jika Bita merangkai kata dengan tenang dan tajam, Rembulan menyulutnya menjadi nyala.
Dari diskusi kecil hingga perdebatan panjang tentang keadilan, keduanya perlahan menyadari satu hal:
Diam juga adalah pilihan. Dan mereka menolaknya.
Ini bukan tentang menjadi pahlawan.
Ini tentang dua suara yang menolak menjadi gema.