Cerpen Horor
2 stories
Teman Senja by mazbintang
mazbintang
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Rian berpikir liburan di rumah Nenek hanyalah sebuah pelarian membosankan dari tumpukan buku ujian. Namun, sebuah jalan setapak membawanya ke tepian sungai yang menyimpan rahasia paling indah sekaligus paling menyakitkan dalam hidupnya. Di sana, ia bertemu Raras. Gadis bergaun putih yang hanya muncul saat matahari mulai kehilangan cahayanya. "Cahaya matahari terlalu jujur bagi orang sepertiku, Rian. Aku lebih mencintai sore. Senja adalah saat dunia beristirahat dari segala kepura-purannya." Bersama Raras, Rian menemukan Ikan Surya Senja yang bersinar di dalam gelap, dan perasaan yang tumbuh di antara bayang-bayang. Namun, saat liburan berakhir, Rian dipaksa menghadapi kenyataan pahit: bahwa Laras bukanlah bagian dari dunianya yang benderang. Ini adalah kisah tentang cinta yang terjebak di garis batas. Tentang dua jiwa yang saling menemukan di waktu yang salah, dan tentang sebuah janji yang hanya bisa ditepati saat langit memerah. "Kita adalah dua warna berbeda di kanvas yang sama-tak bisa bersatu, namun saling melengkapi keindahan." Sembari membaca lagunya, ini dia playlist untuk menemanimu menikmati Kisah Rian dan Raras di Spotify berikut ini https://open.spotify.com/playlist/4MA1cBXlAvuKa6pOnHvU18?si=b2DJNFNmRmq93jTdhCkXXw
TAHLILAN DARI RUMAH KOSONG by mazbintang
mazbintang
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Tatang dan Bowo, dua pemuda pengangguran dari Desa Kemiri, dikenal sebagai "Jama'ah Setia" acara tahlilan. Bukan karena religius, tapi karena prinsip Tatang: "Asal Gratis, Harus Habis". Suatu malam, notifikasi grup WA membawa mereka ke alamat duka di Gang Mawar yang sepi. Insting Bowo mengatakan ada yang janggal; tidak ada suara Yasin, tidak ada aroma masakan, hanya keheningan mencekam. Namun, pemandangan tumpukan nasi berkat membuat akal sehat mereka hilang. Mereka masuk ke rumah joglo besar yang dipenuhi kabut, duduk bersama orang-orang pucat tak bernyawa, dan menerima dua kotak nasi berkat dari seorang ibu tua bersuara serak. Saat mencoba pulang, mereka sadar telah terjebak dalam putaran gaib. Jalanan menghilang, motor lenyap, dan hidangan gratis itu berubah menjadi teror yang mengintai dari balik kabut. Ikuti kisah horor Tatang dan Bowo yang harus membayar mahal untuk sepiring nasi gratis. Apakah mereka berhasil keluar dari simfoni puji-pujian yang sumbang itu, ataukah "berkat" itu akan menjadi santapan terakhir mereka?