zevansss
- Reads 17,623
- Votes 2,701
- Parts 33
Sebuah perjanjian bisnis mempertemukan dua CEO ambisius di titik terendah mereka-di mana kegagalan bukan lagi pilihan.
Demi menyelamatkan kerajaan yang hampir runtuh, mereka sepakat pada satu hal: menjadi pasangan yang sempurna... di depan dunia.
Tanpa perasaan. Tanpa keterlibatan. Hanya kontrak.
Namun waktu punya cara sendiri untuk merusak batas.
Di balik senyum yang dipaksakan dan sorotan publik, mulai muncul retakan- masa lalu yang belum selesai, luka yang belum sembuh, dan perasaan yang seharusnya tidak pernah ada.
Ketika logika bisnis mulai kalah oleh emosi,
dan kontrak perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih nyata- mereka dihadapkan pada satu pertanyaan: apakah ini masih sekadar kesepakatan atau takdir yang sejak awal tak bisa dihindari?
-