MawaddahAlanshariyya
Langit selalu indah bagi Alana.
Sampai suatu malam, di tengah pesta ulang tahunnya yang ke-12, hujan turun bersama suara tembakan.
Sejak tragedi itu, hujan bukan lagi tentang ketenangan.
Ia menjadi gemuruh yang membangunkan ingatan, kilat yang membelah keberanian, dan rintik yang menghidupkan ketakutan.
Alana tumbuh menjadi gadis yang dingin. Senyumnya hilang. Hatinya tertutup.
Hingga tiga laki-laki datang dengan cara yang berbeda.
Arya, yang membawa cinta dan perlindungan.
Adit, yang datang seperti harapan baru.
Dan Aldi, yang membawa cinta masalalu tanpa pernah benar-benar dimiliki.
Namun cinta tidak pernah sesederhana itu.
Rahasia lama terungkap.
Hubungan teruji.
Dan sebuah kebenaran tentang tragedi malam itu mulai menyeret mereka ke dalam badai yang lebih besar.
Di saat Alana mulai belajar berdamai dengan hujan...
ia justru harus menghadapi pertempuran terakhir di dalam tubuhnya sendiri.
Kadang, yang paling menyakitkan bukanlah kehilangan.
Melainkan menerima bahwa tidak semua cinta ditakdirkan untuk tinggal.
Dan pada akhirnya, Alana menyadari satu hal:
"Hujan tidak pernah ingin menyakitinya,
Ia hanya belum berani untuk memeluk basahnya."
***