soraeina
- Bacaan 27
- Undian 3
- Bahagian 2
Sejarah adalah distorsi yang ditulis oleh pemenang. Namun, bagi Sasmitha, sejarah hanyalah tumpukan batu bisu yang telah merenggut segalanya: Ayahnya, kebahagiaan ibunya, dan masa kecil yang seharusnya normal.
Sasmitha tidak pernah tahu, bahwa benci yang ia rasakan pada Majapahit adalah magnet yang akan menariknya kembali ke tahun 1336. Ia tidak tahu bahwa namanya, "Sasmitha," adalah sebuah isyarat yang sudah ditunggu selama tujuh ratus tahun di bawah bayang-bayang Gapura Wringin Lawang.
Ini bukan hanya tentang perjalanan melintasi waktu. Ini tentang dua jiwa yang bersumpah pada dua hal yang berbeda: Satu demi kejayaan nusa, satu demi kebenaran rasa.
Dan di antara dua sumpah itu, ada satu takdir yang sudah tertulis dengan tinta darah dan air mata:
Bahwa keduanya harus bertemu, meski harus melintasi lorong waktu.