Noir_Arche
- LECTURAS 383
- Votos 103
- Partes 11
Dari kota ke kota, dua pengembara terus melangkah tanpa tujuan pasti. Erandel hanyalah satu nama di antara banyak-tempat singgah untuk melepas lelah, sebelum kembali menjelajahi dunia yang tak pernah sepenuhnya ramah. Diane, dengan caranya yang tenang dan penuh teka-teki, memimpin perjalanan. Kein, dengan segala kesetiaan dan gejolaknya, mengikuti dari belakang, menjaga jarak yang kadang terasa dekat, kadang tak terjangkau.
"Kita di sini untuk mencari ketenangan, setidaknya sampai malam tiba."
Tapi ketenangan itu rapuh. Di suatu tempat yang sepi, teriakan Kein menggema.
"ZEVRON!"
Di keramaian pasar, seorang asing berbisik kata-kata yang membuat Kein membeku.
"Kamu, adalah seorang ***, kan?"
Di setiap perhentian, dalam setiap kesunyian malam, ikatan mereka diuji dan diperkuat.
"Hilangkan kemalangan tak berujung ini, dan redupkan rasa sakit yang menyiksaku."
Diane tetap menjadi misteri, Kein tetap penuh pertanyaan, dan dunia di luar terus berputar, menunggu langkah mereka berikutnya.
"Tidurlah, Kein. Kamu hartaku satu-satunya."