prussian
5 stories
Sweet Talker, Heartbreaker by edlynnona
edlynnona
  • WpView
    Reads 134,536
  • WpVote
    Votes 10,197
  • WpPart
    Parts 55
Nadira tak pernah menyangka bahwa Aziel, si Buaya Darat, bisa serius ke satu perempuan. Dan perempuan itu bukan Nadira. ✧ Aqila Nadira awalnya hanya merasa ketiban sial di tahun kedua SMA saat satu divisi panitia pensi dengan Sekala Aziel Yunanda. Cowok itu jahil, tak bisa diam. Sana-sini kena usil semua. Dan yang paling memuakkan: Aziel suka titip salam untuk cewek-cewek di luaran sana. Semua cewek seakan kena gombalan maut Aziel. Semua, tak terkecuali Nadira. Awalnya, Nadira selalu bersikap biasa saja. Mengabaikan gombalan receh dari Aziel kepadanya. Atau paling tidak gadis itu hanya menanggapi seadanya dengan nada seolah jengah. Lalu, Nadira tiba-tiba mengetahui satu hal mencengangkan: Aziel ternyata tengah gelisah, galau, meranaㅡgagal move on dari kakak kelas cantik bernama Nora Ruth Arabella. Gombalan maut Aziel hanya pengalihan isu semata. Dan, begitu saja, Nadira diam-diam merasa tidak terima. Entah kenapa. ✧ A TEEN ROMANCE COMEDY written by edlynnona © 2025, All Rights Reserved
In Our Garden, We're Blooming Again by shutupbuby
shutupbuby
  • WpView
    Reads 32,734
  • WpVote
    Votes 3,217
  • WpPart
    Parts 50
Satu tekad dalam diri Ribka; selama dia masih bernapas, kesempurnaan akan selalu dikejar olehnya. Hidup asal-asalan, liar, dan tidak teratur seperti yang lakukan tentu membuatnya merasa sangat terganggu. Ribka menjauhi dan menentang semua keterikatan emosional seperti cinta dan persahabatan. Baginya, hal-hal macam itu remeh, payah dan tak menguntungkan. Dan masalah utamanya, Soren tak berpikir demikian. Menurutnya, hidup terasa lebih menyenangkan ketika diwarnai oleh jalinan hubungan. Darah yang sama memang mengalir di tubuh keduanya, tetapi mereka seolah terbentuk dari keras hidup yang berbeda. Ribka melihat hal-hal di luar kendalinya adalah buruk, dan sebaliknya, Soren selalu berusaha memandang segalanya sepositif mungkin. Perbedaan pandangan hidup ini terasa berat sebelah. Namun, sejatinya keluarga akan selalu menjadi tempat pulang. Tak seorang pun yang menyangka bahwa akan ada yang mekar di antara mereka, saat keduanya sedang berusaha tumbuh di tengah semak belukar. Karena pada dasarnya, cinta yang dihadirkan oleh keluarga tak pernah lekang, meski dunia luar terus menghadirkan pemikiran untuk meragukan keberadaannya. Family & Romance Story © Baby Amerei, 2025
Non-Refundable Feelings by dikalanila
dikalanila
  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
Aksa tidak berniat untuk mengingat Noni. Ia hanya terjebak dalam kebijakan non-refundable-nya, lagi dan lagi. Hal tersebut membuatnya bertanya-tanya ... jika sungguh terjebak, kenapa tak bisa mengelak? -- Semua dimulai dari sebuah bola basket dan segelas jeruk kecut. Untuk pertama kalinya, Aksa bertemu tatap dengan gadis itu. Alisnya lentik dan matanya cantik. Parasnya manis. Tapi sayangnya tak sampai membuat jeruknya tak lagi kecut, sebab gadis itu kemudian cemberut. Sial, kenapa pikirannya jadi melantur begini? Gadis itu masih berdiri di hadapannya, menyodorkan tangan sambil berkata, "Ayo, bayar utang lo." Aksa mengerjap. 'Trik marketing,' pikirnya ketika pertama kali hal ini terjadi. Entah kenapa, ia membiarkannya terulang lagi. Seolah gagal mengingat bahwa ia sudah mengingat-ingat untuk tidak mengingat gadis itu. Kini ia terperangkap dalam kebijakan no return, non-refundable. "Besok, ya," katanya. Besok, Aksa tahu mereka akan mengulang skenario seperti ini. Besok, Aksa akan mengingat-ingat untuk tidak mengingat gadis itu lagi. Besok, gadis itu akan hadir, dan dengan segala upayanya yang tak pernah gagal, membuat Aksa mengingat kembali. Kursi kayu itu menjadi saksinya. Sebelum waktu menunjukkan pukul lima sore. Cerita ini tentang Aksa dan Noni, dan segala sesuatu yang terjadi di antara mereka, dimulai dari sebuah bola basket dan segelas jeruk kecut.
Jalan Pulang yang Terhalang [END] by jeonvjn
jeonvjn
  • WpView
    Reads 178,617
  • WpVote
    Votes 15,628
  • WpPart
    Parts 49
Setiap deru mesin KRL rute Bogor-Jakarta adalah detak jantung kehidupan Anjani Paramitha yang membosankan. Sehari-harinya, ia bergelut dengan angka rating televisi sebagai divisi Research and Development (R&D) di salah satu stasiun televisi. Di tengah kelelahan itu, pertanyaan "Kapan nikah?" seperti ancaman yang terus berdengung. Menikah di usia kepala tiga adalah tuntutan, setelah wanita itu menelan berbagai pengkhianatan. Namun, kebekuan itu diuji saat Anjasmara, seorang jurnalis investigasi yang gigih, masuk ke ruang rapatnya untuk kolaborasi kenaikan rating. Di saat Anjani berusaha menjaga jarak profesional, Anjasmara justru tertarik dengan "tembok" yang dibangun Anjani. Akankah Anjani harus memilih terus bersembunyi di balik tumpukan skrip dan jadwal siaran, atau akhirnya mengakui bahwa ia bukan takut pada pernikahan, melainkan takut pada pengulangan? © Februari, 2026.