Nyaiyunghe_
- GELESEN 393
- Stimmen 75
- Teile 9
Terlahir sebagai anak tunggal dengan limpahan kasih sayang kedua orang tuanya, membuat Baehaqi tumbuh sebagai pemuda penyayang. Ia memiliki tekad harus membahagiakan serta selalu berusaha mengabulkan permintaan kedua orang tuanya, termasuk saat sang buya memintanya untuk pulang ke kampung halaman pria itu di Pariaman sana. Bae, panggilan akrab pemuda itu dengan ikhlas menurut.
Hanya enam bulan Baehaqi tinggal di kampung halaman sang buya. Singkat memang, tetapi bagi Bae tak sesingkat itu. Apalagi hatinya tertinggal disana, bersama dengan seseorang yang memilih menghilang daripada menerima pinangannya.
Tulil Ghanika Saffron, gadis bercadar penyandang anxiety yang tak sengaja menemani kehidupan enam bulan Bae saat di Pariaman. Mereka masih memiliki ikatan tali persaudaraan, tetapi rasa cinta malah tumbuh di hati keduanya. Bahkan Tuli menganggap Bae adalah rumah.
Sayangnya, saat Tuli mengetahui kehidupan Bae di Jakarta serta bertemu dengan orang-orang terdekat Bae . Ia insecure yang berujung Anxiety-nya kambuh, Tuli memilih menghindar dan menjauh dari Bae. Gadis itu merasa tak pantas, ia tak setara dengan Bae. Anxiety nya sampai membawa Tuli ke sebuah pemikiran jika dirinya dan Bae sampai menikah, berapa uang japuih yang harus Tuli bayar?
♡♡♡
"Sampai kapan kamu mau menghindariku musim gugur?"
"Sampai uda sadar, kalau semua ini salah."
"Bagimana yang menurut kamu salah? Apa perasaan aku buat kamu itu adalah sebuah kesalahan? Jika, iya, aku minta maaf akan hal itu. Tapi, apa bisa kita seperti kemarin?"
"Tidak, Da," jawab Tuli suara tidak sekeras tadi.
"Kita saudara, Tuli. Setidaknya biarkan kita tetap berinteraksi layaknya seorang saudara," pinta Bae.
"Tidak." Di balik cadar Tuli menggigit bibir bawahnya sedikit kuat, sebagai tanda jika hatinya saat ini sedang terhantam rasa sakit karena ucapan Baehaqi dan ia lebih sakit hati lagi oleh ucapannya sendiri.