Aaskaras
"Jika surga tempatmu bernaung ternyata adalah neraka yang terencana, apakah kau akan tetap tinggal, atau membakarnya bersamaku?"
Bagi Anya, menjadi anak angkat di kediman megah Keluarga Dirgantara adalah anugerah terbesar dalam hidupnya. Selama lima tahun, ia dimanjakan dengan kemewahan dan kasih sayang yang begitu sempurna dari kedua orang tua angkatnya, serta kehadiran Arsen-kakak angkat tertuanya yang dingin namun selalu protektif.
Namun, tepat di malam ulang tahunnya yang ketujuh belas, ilusi surga itu hancur berpinggiring.
Sebuah rahasia kelam tak sengaja terdengar di balik pintu ruang kerja sang ayah. Keluarga Dirgantara bukanlah klan manusia biasa, melainkan klan alkemis kuno yang mempertahankan keabadian sihir mereka dengan cara yang biadab: menjadikan anak-anak angkat mereka sebagai tumbal pemurnian darah. Dan bulan depan, giliran darah Anya yang akan disembelih.
Saat Anya dikepung keputusasaan dan mencoba melarikan diri, jalan keluarnya justru dikunci oleh Arsen. Di bawah temaram cahaya bulan, sang kakak melepaskan topeng hangatnya dan menunjukkan sisi aslinya yang pekat, posesif, dan penuh obsesi.
Arsen tidak berniat menyerahkan Anya pada ritual itu. Pria itu telah menunggu lima tahun hingga Anya cukup umur-bukan untuk melihatnya mati, melainkan untuk memilikinya seutuhnya. Sebuah tawaran aliansi gila pun dibisikkan: bekerja sama menyabotase sihir klan dari dalam, dan melenyapkan setiap anggota keluarga yang menjadi penghalang hubungan mereka, satu per satu.
Di hadapan monster yang sangat mencintainya, Anya harus memilih: mati sebagai tumbal yang pasrah, atau menyambut uluran tangan sang kakak dan membakar habis rumah tempat mereka tinggal hingga binasa.