athellina
Xavier Edric adalah definisi kesempurnaan yang mematikan. Sebagai pemilik brand perhiasan ternama. Baginya, manusia hanyalah alat untuk memamerkan berliannya. Dan Athena-gadis dengan kecantikan presisi yang dijuluki "AI Visual" oleh publik-hanyalah aset terbaru yang harus ia taklukkan.
Bagi Athena, Xavier adalah mimpi buruk di siang bolong. Pria itu adalah monster yang tega membentaknya di depan puluhan kru, menghina ekspresinya, dan menghancurkan harga dirinya hingga titik nol di bawah panasnya lampu studio. Athena bersumpah akan membenci pria itu selamanya.
Namun, situasi perlahan berubah.
Semuanya mulai saat sang 'Monster' mulai menunjukkan sisi yang tidak pernah ia tunjukkan pada dunia. Xavier yang kejam adalah orang yang sama yang menggendong Athena saat terluka. Pria yang menghinanya semalam adalah pria yang sama yang menatapnya dengan penuh kecemasan saat sinar matahari pagi menyentuh wajahnya.
Di tengah teka-teki identitas rahasia Xavier sebagai "Arka" dan perasaan yang mulai berkhianat, Athena terjebak dalam permainan Xavier. Sebuah permainan di mana satu sentuhan di sudut bibir bisa mengubah benci menjadi debaran yang menyakitkan.
"Jangan menatap saya seperti itu. Selesaikan makanmu," ketus Xavier sambil menyembunyikan detak jantungnya yang tak karuan.
"Setelah ini, saya tidak akan melepaskanmu semudah kemarin di studio. Kau milik brand saya, Athena. Kau milik saya."
Akankah Athena bertahan menjadi karya seni Xavier yang tak bernyawa, atau justru dialah yang akan menjadi satu-satunya orang yang berhasil meluluhkan hati sang Monster? Siapa "Arka" sebenarnya? Bagaimana bisa seorang Xavier rela menggandakan identitasnya dengan status yang berbeda? Apa yang sebenarnya Xavier inginkan?