starklowkey
- Reads 812
- Votes 172
- Parts 6
I Know I'm Not His First Choice
Sejak awal, Canelle Kaluna Wijaya tahu satu hal yang tak pernah benar-benar ia sangkal: Kenrion Samuel Janendra tidak pernah memilihnya lebih dulu.
Hatinya telah lama tertambat pada Amabel Sabina, gadis pintar yang kerap menjuarai olimpiade matematika, cantik, lembut, dan selalu tahu cara menempatkan diri. Seseorang yang, bahkan tanpa dibandingkan pun, terasa berada di liga yang berbeda dari Canelle.
Canelle menghembuskan napas kasar setiap kali menyadari kenyataan itu. Ia tidak pandai berhitung, suaranya terlalu keras, dan reputasinya di sekolah tak lebih dari pembuat ulah-setidaknya begitu kata orang-orang. Canelle adalah kebalikan seratus delapan puluh derajat dari Amabel.
Namun, mengenal kekalahan bukan berarti Canelle tahu caranya mundur.
Selama enam bulan, ia mengejar Kenrion dengan harga diri yang perlahan terkikis-menghadapi sikap dingin, diabaikan, dan jarak yang tak pernah benar-benar terpangkas. Hingga suatu hari, semuanya berubah. Kenrion mulai memperhatikannya. Mengajaknya bicara. Bahkan menawarkan diri mengantarnya pulang.
Canelle percaya. Ia terlalu bahagia untuk curiga. Ia pikir, mungkin-hanya mungkin-usahanya akhirnya membuahkan hasil.
Sampai kebenaran itu datang, tajam dan kejam:
Kenrion mendekatinya bukan karena perasaan, melainkan sebagai cara untuk membuat Amabel cemburu.
Saat itu, Canelle mengerti posisinya.
Bukan pilihan.
Hanya rencana cadangan.
Hatinya hancur. Dan untuk pertama kalinya, Canelle berhenti mengejar. Ia memilih menjauh. Mengabaikan Kenrion, seperti ia pernah diabaikan.
Namun takdir rupanya tidak selesai bermain.
Ketika Canelle benar-benar pergi, Kenrion justru mulai kehilangan kendali.
Kini, keadaan berbalik.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?