shindereally
Lantaran sembrono menumpahkan sajian yang siap disuguhi buat tamu VIP sekaligus teman karib pemilik hotel tempatnya bekerja, Najda Janitra Arshabidari dengan terpaksa menawarkan diri menerima hukuman yang barangkali sepadan dengan kekacauan yang dia perbuat.
Supaya terhindar dari pemecatan, Najda yang penuh penyesalan memohon ampun dengan bersimpuh di hadapan sang tamu sembari berkata penuh tata krama.
Sang tamu istimewa merasa begitu terpukau dengan gelagat dan sopan santun yang ditunjukkan pemuda itu.
Manakala tamu tersebut mengabulkan, Najda pikir dia mestilah dengan mudah memperoleh bahan dasar pengganti di tempat yang dimaksud.
Sayangnya, tempat yang dibicarakan sang tamu bukanlah sembarang lokasi.
Sepanjang perjalanan menebus rasa bersalah, Najda jadi berpikir ulang bahwa semestinya sejak awal dia lebih memilih dipecat saja ketimbang kesasar di dalam desa yang tidak satu pun dia kenali.
Sementara itu, di Sendang Reja, Kalandra Madewa Bhagavad merasakan seluruh tenaganya tersedot ke tanah sewaktu mendapati satu sosok yang tengah anteng duduk di pendopo pada malam kirab rewang.
Ketambahan, sosok tersebut menyadari keberadaannya lalu menoleh, dan tersenyum tipis sewaktu menegurnya dengan suara yang lembut, lirih, sekaligus sayup, "Kangmas, aku kembali. Kapan Kangmas ajak aku pulang?"
Kalandra mematung. Lehernya bagai dicekik. Prahara besar baru saja datang menyambangi.
Masing-masing kesalahan yang tidak sengaja dilakukan oleh Kalandra dan Najda, membawa keduanya bertemu di satu tempat yang sama. Dengan terpaksa mereka masuk ke dalam gelombang masalah, yang mereka tahu persis tidak pernah ada jalan untuk kembali.
Kalandra (seme)
Najda (uke)
REWANG @shindereally, Agustus 2026