RANDOM
3 stories
Langit untuk Asa by Septi_Pertiwi
Septi_Pertiwi
  • WpView
    Reads 202,110
  • WpVote
    Votes 12,397
  • WpPart
    Parts 77
Setelah bertahun-tahun menunggu dan berharap, akhinya Angkasa pun dapat menerima kenyataan pahit bahwa dirinya di buang oleh keluarganya. Seperti nasehat Ibu Diana bahwa dia tidak boleh menjadi seseorang yang pendendam. Dengan melupakan mereka yang telah menorehkan luka menyakitkan di hatinya, Angkasa pun akhinya dapat melakukan hal tersebut. Dia mulai menjalani hidup barunya bersama Ibu Diana dan seluruh anak-anak panti. Hidupnya baik-baik saja. Angkasa tumbuh menjadi anak yang ceriah dan dapat di andalkan. Namun, semua berubah saat mereka yang telah Angkasa lupakan muncul dan meminta Angkasa untuk kembali tinggal bersama. Hidupnya kembali kacau balau dan luka yang sudah terlupakan itu pun kembali terasa menyakitkan. "KENAPA?! KENAPA KALIAN BARU DATANG SEKARANG?! KENAPA SETELAH 11 TAHUN KALIAN MEMBUANG SAYA DAN MEMBIARKAN SAYA TUMBUH SENDIRI DI SINI, KALIAN BARU DATANG SEKARANG?! TAK TAUKAH KALIAN BETAPA SULITNYA SAYA BERTAHAN TANPA ADANYA KALIAN?" Angkasa. "Jangan pernah lu mengaku bahwa lu keluarga gua, karena semua keluarga gua udah MATI! mereka semua sudah MATI sejak gua di tinggalkan di panti asuhan ini 11 tahun lalu!" Angkasa. "Enggak!! gua akan terus dateng ke sini! gua akan terus ganggu lu! gua akan terus paksa lo sampai lo bosen, samapi lo muak! sampai lo mau ikut gua pulang ke rumah dan tinggal bersama!" Langit. 6 MARET 2024
Angkasa Tanpa Warna by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 735,274
  • WpVote
    Votes 79,993
  • WpPart
    Parts 39
[FAMILYSHIP, NO ROMANCE] Karena kamu adalah Angkasa. Yang begitu tangguh di pelukan semesta. Yang datang dengan warna berbeda, dan akan tetap menjadi rahasia.
RUMAH EVAN by elationtoys
elationtoys
  • WpView
    Reads 448,998
  • WpVote
    Votes 29,560
  • WpPart
    Parts 40
Dulu, Evan Aldric Adyasta adalah nama yang identik dengan kecepatan, bahaya, dan pemberontakan. Balap liar, minum-minum, dan malam-malam tanpa arah adalah caranya melawan dunia-dan mungkin juga dirinya sendiri. Sampai satu kecelakaan menghapus segalanya. Ketika Evan terbangun, ingatannya hilang. Namun yang benar-benar berubah bukan hanya masa lalunya-melainkan dirinya. Evan yang sekarang adalah sosok yang polos, mudah menangis, jujur tanpa lapisan, dan rapuh dengan cara yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Dunia terasa terlalu keras untuknya, dan kepalanya sering tak sanggup menampung terlalu banyak suara, emosi, dan kenangan. Di sekelilingnya, berdiri keluarga Adyasta- seorang ayah yang kaku dan tegas, tiga kakak laki-laki bertubuh kekar dan berwajah dingin, yang tak pernah pandai mengucap sayang... namun selalu tahu bagaimana cara melindungi. Pelukan yang lama, tangan yang tak dilepas, pangkuan yang menjadi tempat aman-semua itu kini menjadi bahasa cinta mereka untuk Evan. Bahkan teman-teman lama yang dulu hidup dalam kebisingan malam perlahan memilih menjaga, bukan menarik Evan kembali ke gelap. Di tengah pemulihan, Evan belajar hal-hal kecil yang baru: menangis tanpa rasa bersalah, menolak tanpa takut ditinggalkan, menemukan ketenangan dalam nada piano, dan menyadari bahwa ia tidak perlu menjadi kuat untuk dianggap berharga. Ini bukan kisah tentang kembali menjadi diri yang lama. Ini adalah kisah tentang menjadi diri yang baru- dengan hati yang lebih lembut, rumah yang lebih hangat, dan orang-orang yang memilih berdiri di sekelilingnya, selama apa pun yang Evan butuhkan. Karena terkadang, yang paling menyembuhkan bukan ingatan... melainkan perasaan aman.