transmigrasi
2 stories
Dark Obsession, Gara! by Arrinda_sell
Arrinda_sell
  • WpView
    Reads 471,226
  • WpVote
    Votes 34,391
  • WpPart
    Parts 43
WARNING❗❗ Arrinda cuman ingetin cerita ini tidak akan cocok bagi kalian yang memiliki darah tinggi. Dari judul aku udah cantumin dan garis besarnya pasti kalian udah tau. Selera kalian mungkin tidak sama dengan Arrinda. Sekali lagi WARNING!! ⚫⚫⚫ Zaluna Karina. Dia tidak menyangka akan ada masanya dia kehilangan segalanya hanya karena obsesi gila satu orang. Zaluna kehilangan keluarganya, pun Zaluna juga harus kehilangan nyawanya secara tragis. Kalik Gara Rasyaka. Dia adalah sumber kehancuran keluarganya. Pria yang memiliki obsesi gila pada sang adik-Zara Karuna. Menyingkirkan siapapun yang mencoba menghalanginya untuk bersama dengan Zara. Lalu, keajaiban itu datang. Zaluna kembali ke masa sebelum kehancuran itu dimulai. Kali ini Zaluna akan melindungi keluarganya dari bocah sedeng seperi Gara. ⚫⚫⚫ "Jadi, Bu guru mau saya tidak melanjuti perjodohan itu?" Zaluna mengangguk sebagai jawaban, netranya terus memindai wajah Gara yang sekarang ini tersenyum jenaka. "Ya, kalian masih bau kencur." "Bisa, tapi ada syaratnya," Alis Zaluna bertaut, bingung sekaligus was-was karena bocah itu gilanya sudah melebihi kapasitas penghuni RSJ. "Cium saya, kalo saya suka ciuman Ibu, maka saya akan pikir-pikir lagi." "Bocah edan!"
Bound to Him by imfayaa__
imfayaa__
  • WpView
    Reads 557,889
  • WpVote
    Votes 29,259
  • WpPart
    Parts 54
Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."