Qatonbae
"Pertemuan dalam Doa"
Tidak ada yang benar-benar kebetulan dalam hidup.
Begitu pula pertemuan Kakak dan Adik.
Awalnya hanya sebuah salam.
"Assalamu'alaikum, Kak."
Salam itu sederhana, namun terasa teduh.
Seperti doa yang pelan-pelan mengetuk hati.
Percakapan mereka tidak pernah berlebihan.
Tentang keluarga, tentang cita-cita, tentang bagaimana ingin menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah. Kakak menjaga kata-katanya, Adik menjaga sikapnya. Karena mereka tahu, perkenalan yang baik adalah yang tetap dalam batas.
Hari demi hari, rasa nyaman itu tumbuh.
Bukan karena rayuan, bukan karena janji manis,
melainkan karena saling mengingatkan dalam kebaikan.
Ketika Adik merasa lelah, Kakak berkata,
"Semoga Allah mudahkan urusanmu."
Dan ketika Kakak hampir putus asa, Adik menjawab,
"Jangan lupa doa malam ini, Kak."
Tak ada yang berani menyebut cinta.
Mereka hanya menyebutnya sebagai niat baik yang ingin dijaga.
Jika memang Allah takdirkan bersama, semoga dipertemukan dalam cara yang halal.
Dan jika tidak, semoga pertemuan ini tetap menjadi pahala, bukan luka.
Karena dalam Islam,
pertemuan dua insan bukan hanya soal rasa,
tetapi tentang arah-
apakah semakin mendekat kepada Allah,
atau justru menjauh.
Dan mereka memilih untuk berjalan pelan,
menitipkan rasa dalam doa,
hingga waktu yang ditentukan-Nya tiba. 🤍