bluebuc_
Ayla adalah rima yang tak selesai, sebuah lukisan yang dibuang pemiliknya ke sudut ruang yang lembap. Di rumah ia hanyalah bayang-bayang, dan di sekolah ia adalah sasaran bagi panah-panah fitnah.
Namun, di tengah badai yang nyaris mematikan langkahnya, ada seseorang yang memilih menjadi payung tanpa suara.
Seseorang yang mengetuk pintu langit setiap subuh saat Banda Neira masih terlelap, menitipkan napasnya pada doa-doa yang tak pernah Ayla dengar. Ia menjaga kehormatan Ayla, menjaga hidup Ayla agar tetap teduh.
Namun, ketika sebuah rahasia medis yang disembunyikan rapat-rapat mulai menetes bersama darah yang tak kunjung membeku, Ayla menyadari satu hal. Ruang Teduh yang ia cari selama ini bukan lagi tentang bangunan, melainkan tentang caranya "pulang" sebelum waktu benar-benar habis.
(Disclaimer, cerita ini hanya hiburan dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan.
Dan jangan lupa kasih dukungan kalian (vote/comment) semoga suka ya <3 )