nabilabillabil
Mereka bilang aku beruntung.
Punya geng yang bising. Punya tawa yang selalu penuh.
Punya dia... yang datang dengan susu kotak dan tatapan teduh.
Tapi tidak ada yang tahu,
di balik keributan bangku kelas,
di balik chat yang tak pernah terbalas,
ada sesuatu yang perlahan retak.
Aku pikir itu rumah.
Ternyata hanya persinggahan.
Aku pikir itu milik.
Ternyata hanya pinjaman.
Jadi kali ini...
aku memilih menarik langkah.
Menjauh dari bising.
Menjaga hatiku sendiri.
Sebelum ada lagi yang datang,
lalu pergi,
tanpa pernah benar-benar tinggal.
---