ktrsnnjtii
Empat tahun lalu, Aluna menyumpahi pria itu karena hampir menabraknya di hari pertama puasa.
"Semoga kamu dapat pelajaran yang setimpal di sana!" teriaknya penuh emosi.
Hari ini, sumpah itu berbalik.
Aluna harus duduk bersimpuh di depan pria yang sama, Muhammad Rayyan Khairan, yang kini menjadi calon atasannya. Rayyan tidak lagi mengendarai mobil hitam yang terburu-buru, ia kini memegang kunci masa depan Aluna.
Dan masalah terbesarnya? Rayyan tidak pernah melupakan wajah-ataupun makian-perempuan ceroboh itu.
Menjadi asisten pribadi pria dingin seperti Rayyan adalah hukuman. Namun, di balik sikap kaku dan perintahnya yang tak kenal ampun, ada sebuah rahasia tentang garis takdir yang perlahan mulai terungkap.
"Dulu aku menyumpahinya, sekarang aku harus melayaninya. Tuhan, kenapa takdir selucu ini?"