jianara
- Reads 2,446
- Votes 298
- Parts 9
Ada yang bilang waktu adalah obat terbaik.
Akilla percaya itu. Sudah enam setengah tahun ia percaya itu.
Sampai suatu siang, di antara keramaian lapangan kampus dan aroma keringat ratusan mahasiswa, tangannya membalutkan manset tensimeter ke lengan seseorang yang seharusnya sudah menjadi bagian dari masa lalu yang terkubur rapat.
Detak jantung laki-laki itu terdengar jelas di ujung stetoskopnya.
Tachycardia.
Sayangnya, jantungnya sendiri tidak lebih tenang.
Ia pikir ia sudah lupa. Ia pikir pintu itu sudah terkunci dari dalam, kuncinya sudah ia buang jauh-jauh ke dasar laut.
Ternyata semesta menyimpan duplikatnya.
-🍁-
Tentang seseorang yang datang terlambat enam setengah tahun. Dan tentang Akilla yang harus memutuskan, apakah pintu yang sudah terkunci itu layak untuk dibuka kembali, atau memang sudah seharusnya dibiarkan lapuk bersama semua alasan di baliknya.
𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟 𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟 𓆝 𓆟 𓆞 𓆝
⚠️WARNING⚠️
CERITA INI UNTUK DIBACA, BUKAN UNTUK DI TULIS ULANG.
APHELION HANYA TERSEDIA DI WATTPAD, JIKA MENEMUKAN APHELION VERSI APLIKASI LAIN ATAU WEB MANAPUN SEGERA LAPOR, TERIMA KASIH.
>> Cerita ini murni dari pemikiran saya, tidak ada kata 'menjiplak'.
>> Diusahakan next setiap hari.
>> Jika ada kesamaan karakter, nama tokoh, alur atau tempat yang sama dengan cerita lain itu murni ke tidak sengajaan.
ALWAYS VOTE AND COMMENT<3
Start : 29 April 2026
Finish : -
[All pictures from Pinterest]