aazZzzerr
Rafesha Kania mengaku kalau dirinya sudah jatuh hati pada seorang Mikhael Arkananta.
Senyum cerah yang kerap kali pemuda itu tampilkan ketika menginjakkan kaki di dalam kelas, suaranya yang tak pernah absen mengisi kekosongan atmosfer, tubuh tinggi jangkung yang akan memudahkan mencari dirinya di tengah-tengah barisan siswa. Semua tentang Mikhael entah bagaimana berhasil menarik perhatian Asha, padahal si gadis sadar kalau cara mereka memandang sesuatu sangatlah kontras.
Hal itu pula yang tidak pernah mendorongnya untuk mengambil langkah mendekati seorang Mikhael, yang saking ramahnya, seisi sekolah merupakan temannya. Jauh berbeda dengan Asha yang selalu menarik garis batas di dalam hidupnya, percaya kalau segala sesuatu yang berlebihan tidak akan berakhir baik, termasuk terlalu banyak berteman.
Lalu bagaimana jika interaksi di antara mereka, yang awalnya hanya sebatas si sekretaris dengan anggota kelasnya, mulai melangkah lebih jauh?
©jera, 03/04/26