sherlyyynaa
- Reads 358
- Votes 160
- Parts 6
laki-laki penyuka sastra, lebih sering menyimpan perasaannya dalam kalimat-kalimat yang tidak selesai. Ia percaya kata-kata bisa menyelamatkan, meski tidak selalu menyembuhkan. Sementara perempuan di sisinya memilih bertahan dengan caranya sendiri-diam, doa, dan laut yang selalu ia datangi ketika hidup terasa terlalu bising.
Persahabatan mereka tumbuh tanpa janji. Ada perasaan yang disadari, namun tidak pernah diucapkan. Ada batas yang dipahami, terutama tentang iman, yang membuat mereka memilih tetap berada di sisi yang aman: sebagai dua sahabat yang saling mengerti.
Laut menjadi tempat mereka menitipkan hal-hal yang tidak bisa dimiliki, dan kata-kata menjadi saksi dari sebuah hubungan yang tidak pernah diberi nama.