brother
43 stories
Bukan Ayahku Tapi Daddyku by keraidesu5
keraidesu5
  • WpView
    Reads 8,358
  • WpVote
    Votes 843
  • WpPart
    Parts 26
Sosok paman yang membesarkan keponakan dia selama sebelas tahun terakhir
Sagara Rayanka by Sipengarang_
Sipengarang_
  • WpView
    Reads 5,548
  • WpVote
    Votes 652
  • WpPart
    Parts 4
Mungkin untuk sebagian orang, rumah adalah tempat ternyaman untuk pulang, tempat ternyaman untuk bersembunyi dari dunia luar yang kejam. Namun, bagaimana jika tempat yang kamu anggap paling hangat itu mulai berubah perlahan-lahan, dari sebuah rumah yang hangat, hingga menjadi sebuah sangkar emas yang akan memaksamu untuk tunduk dan patuh?
alvarez emillio s. [ END ]  by pikaaa_xi
pikaaa_xi
  • WpView
    Reads 1,877,711
  • WpVote
    Votes 120,759
  • WpPart
    Parts 58
tetep vote meskipun udah END!!! hargai penulis nya. Bagaimana jika kehidupan mu yang semulanya terbilang bebas tiba - tiba terenggut oleh pria yang tidak kau kenal bahkan menjadikanmu putra nya? " ayo ikut daddy son, atau satu nyawa menghilang " " jangan membantah baby atau kaki mu kakak rantai " " jangan ikut balapan liar lagi baby al, atau kakak hancurkan tempat itu " • • cuma kisah remaja laki - laki yang diangkat menjadi anak dari mafia !!! •
Happiness For Andrean by Naga_Hitam02
Naga_Hitam02
  • WpView
    Reads 2,809,720
  • WpVote
    Votes 292,413
  • WpPart
    Parts 73
Namanya, Andrean Nathaniel Alexander, seorang remaja 15 tahun, tukang rebahan, beban keluarga yang hobinya baca komik, novel, ngewibu dan rusuhin Bundanya. Happiness for Cello, Novel yang trending di sosmed yang berkisah tentang protagonis imut yang terjerat hubungan kekeluargaan dengan pengusaha kaya raya. Meski happy ending, pemuda yang temasuk dalam kaum rebahan itu kepalang kesal dengan authornya yang seenak jidatnya menulis cerita dimana antagonis utama yang merupakan anak kandung dari pengusaha itu akan diabaikan, kemudian menyelakai si Cello dan berakhir mati di tangan Papanya sendiri. "HEH GOBLOG!! kalau buat cerita tuh yang masuk akal dikit ngapa?! Masa iya si bapaknya tanya mulu kenapa si Alvaro benci sama Cello!! Jelas karna bapaknya abai sama Alvaro dan terang terangan benci Alvaro lah!! Aish SIAL!! Kok gw bisa kepincut sama novel kayak begini!! Kalau gw jadi Alvaro mending keluar dari jerat Papanya dan hidup sendiri walaupun kekurangan!! Seengaknya mati nggak ditangan bapaknya sendiri" Tak disangka, ia harus menggantikan peran Alvaro. Akankah ia berhasil membuat ending yang bahagia untuk Alvaro? ⚠︎ 𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 ⚠︎ ➢ 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗕𝗢𝗬𝗦𝗟𝗢𝗩𝗘 ‼️ ➢ 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡𝗗𝗨𝗡𝗚 𝗞𝗔𝗧𝗔 𝗞𝗔𝗧𝗔 𝗞𝗔𝗦𝗔𝗥 ‼️ ➢ 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗠𝗨𝗥𝗡𝗜 𝗣𝗘𝗠𝗜𝗞𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗡𝗗𝗜𝗥𝗜 ‼️ Start : 9 Feb 2022 End : 22 Jan 2023 Revisi start : 3 Nov 2023 Original Story by CyberLiant44, ©2022
Retired Father  by LyaaU21
LyaaU21
  • WpView
    Reads 110,655
  • WpVote
    Votes 10,194
  • WpPart
    Parts 50
⚠️ALUR LAMBAT. ⚠️UPDATE SESUAI MOOD. -------- Raka Geovander, mahasiswa 21 tahun yang hidupnya hanya seputar nongkrong dan kemalasan, harus mengakhiri masa mudanya di bawah roda truk. Namun, maut justru membawanya terbangun dalam raga Rakael Geovarez, seorang pria 40 tahun dengan wajah baby face yang tampak lebih muda dari usianya. Menjadi "Ayah" di usia 21 tahun mungkin mengejutkan, tapi beban yang dipikul Rakael jauh lebih berat. Bertahun-tahun Rakael hidup dalam penebusan dosa masa lalu-mencoba meraih kembali hati si kembar, Kenzo dan Keano, yang membencinya setengah mati. Hinaan, cacian, dan pengabaian adalah "makanan" harian Rakael demi mendapatkan maaf yang tak kunjung datang. Namun, Raka bukanlah Rakael yang penyabar. Bagi Raka, hidup itu harus santai. Jika pintu sudah tertutup rapat meski sudah diketuk ribuan kali, maka pilihannya hanya satu: Berhenti. Raka memutuskan untuk berhenti mengejar, berhenti memohon, dan mulai menjalani hidup untuk dirinya sendiri. Ia tak lagi menyambut kepulangan mereka, tak lagi mengirim pesan rindu, dan tak lagi peduli pada tatapan tajam kedua putranya. "Retired Father" adalah cerita tentang orang-orang yang tidak tahu cara mencintai dengan benar-tapi tetap mencoba, dengan cara mereka masing-masing. ________ . Start : 4/04/2026 End : - . #DON'T COPY❗ #KARYA MURNI PEMIKIRAN AUTHOR ❗ . . . .
INSAN TERPASUNG by blackcurrantbery
blackcurrantbery
  • WpView
    Reads 29,550
  • WpVote
    Votes 2,231
  • WpPart
    Parts 41
Rumah itu terlalu sunyi untuk dua orang yang masih hidup. Sejak pemakaman orang tua mereka tiga bulan lalu, tak ada lagi suara tawa, tak ada lagi aroma kue dari dapur, tak ada lagi suara berat sang ayah yang biasa menggema memanggil nama mereka dari ruang kerja. Yang tersisa hanya detik jam dinding dan bunyi lembaran laporan keuangan yang dibalik tengah malam. Kini ia adalah direktur utama. Dan ia tidak pernah menginginkannya. Di belakangnya, suara langkah ringan terdengar. Rangga. Adiknya lebih muda tiga tahun, tapi sorot matanya lebih tua dari usia mereka berdua digabungkan. Rangga tak pernah menangis di pemakaman. Dia berdiri paling depan, menatap liang lahat dengan wajah kosong. "Abang bisa," katanya malam itu, saat Fajar gemetar memegang surat pengalihan saham. "Abang harus bisa." Rangga tak pernah benar-benar melepaskannya. Ketika GPS di ponselnya mati, Rangga tidak panik. Ia hanya menatap layar laptopnya, menelusuri sinyal lain, jam tangan pintar yang melingkar di pergelangan Fajar. Hadiah ulang tahun darinya. Pelacak yang tak pernah Fajar sadari fungsinya lebih dari sekadar pengingat detak jantung. Ia melakukan itu karena takut abangnya kembali " rusak" , dan Rangga benci memperbaiki sesuatu dua kali. Fajar akhirnya mengerti satu hal yang tak pernah dia sadari sejak ayah mereka meninggal,ia bukan lagi direktur utama. Ia adalah milik Rangga. Fajar sadar bahwa tekanan itu bukan tentang bisnis, bukan tentang saham atau perusahaan. Tekanan itu adalah tentang kepemilikan. Tentang adik yang kehilangan ayah dan ibu, lalu memutuskan bahwa satu-satunya cara agar dunia tidak runtuh lagi, adalah dengan mengendalikan satu-satunya keluarga yang tersisa.
Saujana Kasih by blackcurrantbery
blackcurrantbery
  • WpView
    Reads 15,129
  • WpVote
    Votes 1,515
  • WpPart
    Parts 45
Senja turun di rumah yang tak pernah benar-benar sunyi. Vano baru menutup laptop ketika aroma jahe dan madu dari dapur mendahului munculnya Alfa. "Udah minum obat, kak?" suara lembut Alfa terdengar. Vano tersenyum tipis. "Belum. Nanti aja, bang " Alfa meletakkan cangkir, uapnya naik tipis. "Jangan telat makan. Kakak sejak tadi pegang laptop terus." Ia berdiri di belakang, memijat bahu Vano perlahan. Dari lorong terdengar suara lain. "Capek, kak?" Gema muncul, menempelkan pipinya ke lengan Vano, tangannya perlahan menyelip ke pinggang kakaknya. Tekanan pertama lembut, selanjutnya lebih dalam. Vano diam tak berkomentar, hanya mengencangkan rahang. Alfa menghentikan pijatan. "Gema, kamu belum makan?" "Sudah," jawab Gema, wajah kosong, tangannya masih di pinggang Vano. Bibirnya mendekat ke telinga kakaknya, lirih, "...jangan terlalu dekat sama Alfa, kak....: ".....nanti aku cemburu." Alfa tak mendengar, tapi melihat garis tipis di alis Vano menegang. Ia pergi ke dapur, dan cengkeraman Gema berubah, menarik Vano sedikit. "Kakak ngerti kan?" Vano menatap hangat. "Iya." Gema tersenyum miring, tangannya naik ke pipi Vano, lalu mengecup pipi Vano lembut tapi terasa seperti menandai kepemilikan. " Kalau ngerti, jangan buat aku cemburu," bisiknya.
Hak Milik by Elraufgatharkan07
Elraufgatharkan07
  • WpView
    Reads 49,139
  • WpVote
    Votes 4,846
  • WpPart
    Parts 25
Bromance ⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Cerita ini mengandung konten dewasa & disturbing: - Kekerasan terhadap anak - Percobaan pembunuhan - Kekerasan fisik - Kekerasan verbal - Darah & deskripsi luka terbuka - Ableism: kebencian terhadap "ketidaksempurnaan" fisik "Aku sudah pernah mati sekali. Jadi, jangan berekspektasi terlalu tinggi" Hidup kembali untuk diperebutkan. Kematian Cakra Dirgahara menjadi awal dari semuanya. Terjebak dalam permainan kekuasaan, dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki obsesi gila padanya, dia harus bertahan dalam situasi dan dunia yang berbeda. Dengan kesempatan kedua, Cakra berusaha untuk mengambil kontrol atas hidupnya. Tapi setiap langkah yang ia ambil justru malah semakin membawanya masuk lebih dalam pada nafsu dan kekuasaan orang lain. "Jauhi kakakku. Kamu hanyalah hama menjijikan yang tidak pantas berada disekitarnya" "Mari kita lihat, siapa yang akan terbakar dalam permainan ini" "KAMU MILIK KAMI" *** HANYA ADA DI SINI DAN AKUN INI. KALO NEMU DITEMPAT LAIN, BERARTI PLAGIAT Tidak disarankan untuk pembaca di bawah 17 tahun, atau yang memiliki trauma terkait kekerasan keluarga/disabilitas. Semua gambar yang ada by pint
¿Lágrima Negra? by nonaLady
nonaLady
  • WpView
    Reads 155,332
  • WpVote
    Votes 13,419
  • WpPart
    Parts 34
bagaimana rasanya memiliki tiga orang kakak laki-laki? pada umumnya kakak laki-laki adalah orang yang cuek, menyebalkan, dan terkadang tak pernah akur. Namun berbeda bagi Zeyu, ketiga kakaknya adalah orang yang sangat mencintai dirinya, seperti apa kisah Zeyu yang memiliki ketiga kakak seperti itu? • sampul pinterest • semua foto yang ada pada gambar adalah pin • typo bertebaran ; mohon di tandai agar diubah • vote.
ARSITEK PERADABAN  by blackcurrantbery
blackcurrantbery
  • WpView
    Reads 57,913
  • WpVote
    Votes 5,796
  • WpPart
    Parts 27
Alan sedang menulis di papan tulis, tangan gemetar saat mencoba menjelaskan materi sejarah. Tiba-tiba sesuatu menghantam kepalanya, dan penghapus jatuh ke lantai, diikuti tawa kecil dari beberapa siswa. Alan menoleh dan melihat Damar duduk santai di dekat jendela, kaki dinaikkan ke kursi, matanya menatapnya lurus. Tanpa menutupi rasa usilnya. "Damar, jangan begitu " suara Alan terdengar cemas. "Kenapa? Cuma penghapus " Damar menjawab datar, mengangkat bahu tanpa menyesal. Sebelum Alan sempat menegur lebih jauh, suara kursi terseret keras dari belakang kelas memotong semuanya. Semua mata menoleh. Raka berdiri dengan langkah pelan tapi berat, berjalan langsung ke Damar. Kelas hening saat Raka berhenti di depan mejanya. "Ambil," suara Raka rendah, menunjuk penghapus di lantai dekat kaki Alan. Damar menatapnya sebentar, lalu menatap Raka lagi. "Kalau nggak?" Tangan Raka mencengkeram kerah seragam Damar dengan cepat. Kursi Damar terdorong ke belakang, membuat Alan tersentak. "Raka, jangan" Raka menoleh sekilas ke arah Alan. "Diam." Alan langsung menutup mulut. Raka kembali menatap Damar dengan tajam. "Jangan sentuh apa pun yang ada di depan kelas." Damar menatap beberapa detik, lalu terkekeh pelan. Ia menunduk, mengambil penghapus dari lantai. Di belakang, Arvin hanya duduk bersandar di kursinya. Matanya mengikuti setiap gerakan, tenang, observatif, tanpa ikut bicara. Di bangku depan, Fariz memutar pulpen di jarinya, menatap Alan tanpa berkedip, berdiri perlahan dan berkata, "Pak Guru." Alan menoleh kaku. "Takut ya tadi?" Alan buru-buru menggeleng. "Ti-tidak..." Fariz tersenyum kecil, senyum yang aneh, seperti menyimpan maksud tersembunyi. "Tangan Bapak gemetar." Dari belakang kelas, suara Raka terdengar dingin " Duduk " Fariz melirik Raka sebentar. "Iya," gumamnya pelan sebelum kembali ke bangkunya. Tapi sebelum duduk, ia menatap Alan sekali lagi. Matanya menyipit. "Kalau ada yang ganggu lagi, gue mau lihat wajah panik pak guru lagi, lucu soalnya "