jalilfunny
- Reads 39,276
- Votes 2,578
- Parts 32
Bagi Ares, menjadi sekretaris bukan perkara yang rumit. Ia terbiasa rapi, patuh, dan tahu batas. Yang sulit justru memahami jarak-bahwa hidupnya tidak seharusnya berputar di sekitar Rajendra, sang bos dengan tatapan dingin dan dunia yang tak tersentuh.
Ares mengerti aturan itu, menghafalnya seperti doa yang tak boleh dilanggar.
Namun hidup kerap licik. Hari-hari yang seharusnya datar perlahan berbelok, menjeratnya dalam kehadiran yang tak bisa ia abaikan.
Tanpa sadar, ia melangkah terlalu dekat.
Dan di antara kesunyian yang mereka jaga, ada hati yang retak pelan-dingin yang mulai mencair, menghadirkan hangat yang justru terasa menakutkan.