graceon4u
- Reads 4,731
- Votes 746
- Parts 11
Bagi Seonghyeon, hidup dengan Keonho adalah sebuah ujian kesabaran yang tidak ada habisnya. Bagaimana tidak? Setiap hari telinganya harus panas mendengar ejekan tentang tinggi badannya, hobi cemberutnya, hingga koleksi sepatu platform-nya yang disebut Keonho sebagai "tangga darurat". Keonho itu menyebalkan, berisik, dan selalu punya cara untuk merusak harinya.
Namun, bagi Keonho, Seonghyeon adalah satu-satunya "rubah" yang paling layak ia ganggu seumur hidup. Di balik hobi mencuri sosis dan dorongan-dorongan kasar yang berakhir kepanikan, ada rasa sayang yang ia sembunyikan di balik setiap ledekan. Ia lebih memilih menjadi "raksasa oon" yang kepentok rak jemuran berkali-kali, asalkan bisa mendengar tawa lepas dari bibir Seonghyeon yang biasanya hanya tahu cara mengerucut kesal.
Dalam dunia mereka, romansa tidak datang dalam bentuk buket bunga atau kata-kata manis. Cinta mereka adalah rentetan argumen di kantin, drama sosis yang dicuri, dan pengakuan yang keceplosan di tengah aroma kaus basah.
Karena pada akhirnya, hubungan ini memang tidak ada "estetik-estetiknya"-tapi mereka tidak butuh itu. Mereka hanya butuh satu sama lain untuk saling ejek, selamanya.