cikaanara
- Reads 109
- Votes 14
- Parts 15
Bagi banyak orang, pernikahan adalah pelabuhan. Namun bagi Aku, pernikahan telah berubah menjadi medan tempur yang sunyi. Sejak Mas memilih untuk membagi hati dengan perempuan lain, dan sejak lisan yang dulu manis kini berubah menjadi belati yang terus menghina kekosongan rahimku, duniaku runtuh.
Aku dihina karena belum bisa memberi keturunan. Aku direndahkan karena dianggap tak lagi sempurna. Namun, alih-alih melangkah keluar pintu, aku memilih untuk tetap di sini. Bukan karena aku lemah, tapi karena aku memilih jalur yang paling sulit: Sabar dan Tawakkal.
Ini adalah kumpulan surat diari yang tak pernah terkirim. Tentang pertanyaan-pertanyaan jujur kepada suami, dan doa-doa yang terisak di sepertiga malam. Sebuah kisah tentang perjuangan mempertahankan janji suci di bawah bayang-bayang pengkhianatan.
Will the miracle ever happen? Or is the silence of the diary the only thing left?