nyul_menul
Festival penyambutan murid baru menjadi awal kepopuleran Martin. Siswa ekstrover itu tampil percaya diri di atas panggung sambil bernyanyi dan memainkan gitar. Suaranya yang indah, wajahnya yang tampan, serta senyumnya yang manis langsung mencuri perhatian seluruh sekolah, terutama para siswi hingga kakak kelas. Sejak hari itu, Martin tak pernah sepi dari surat cinta, hadiah, bahkan pernyataan cinta. Namun, dengan sikapnya yang ramah, ia selalu menolak dengan sopan-meski tanpa sadar mematahkan hati banyak orang.
Di sisi lain, seluruh sekolah juga tahu bahwa Martin hanya mengejar satu orang: James, kakak kelas sekaligus anggota OSIS. Semuanya bermula saat festival, ketika James yang berusaha menghindari keramaian tak sengaja terjatuh tepat di depan Martin akibat terdorong kerumunan. Dengan tatapan kesal, James hanya menganggap Martin sebagai penyebab lautan penggemar yang membuatnya sulit berjalan. Namun, bagi Martin, pertemuan singkat itu justru menjadi cinta pada pandangan pertama. Di matanya, James memiliki wajah yang begitu cantik hingga membuatnya tak bisa mengalihkan pandangan. Sejak saat itu, Martin tak pernah berhenti mengikuti dan mengejar James ke mana pun, seolah telah memutuskan bahwa hanya James yang ingin ia miliki.