Big Project
4 stories
SUGAR | A. Keonho by koalatidur_2126
koalatidur_2126
  • WpView
    Reads 2,386
  • WpVote
    Votes 525
  • WpPart
    Parts 11
"Gila! Udah kayak bayi gulanya aja lo, Ho." "Emang." "Anjir, serius?" ___ Kalau ada temanmu yang menyandang julukan 'playboy kelas kakap', sudah dipastikan mereka berguru dengan Ahn Keonho. Nyaris semua primadona cantik setiap fakultas pasti memiliki status sebagai mantan pacar--yang putus baik-baik dengan--si Pangeran Teknik. Namun, sesi 'senang-senang' Keonho hancur meluruh ketika deru Mercedes-Benz keluaran terbaru terparkir sembarang di depan koridor fakultas teknik dan menggetarkan seisi kampus. Wanita itu beraroma mahal, gaunnya minim aksesoris tapi elegan, mata tajamnya ditutupi kacamata hitam merek Prada. Menyeleksi satu per satu pemuda yang muncul di koridor hingga berhenti pada satu-satunya eksistensi yang dinanti: Ahn Keonho si sugar baby kesayangannya. ___ by: koalatidur_2126 ©CORTIS
MONSTER OBSESSION | E. Martin by koalatidur_2126
koalatidur_2126
  • WpView
    Reads 1,381
  • WpVote
    Votes 271
  • WpPart
    Parts 8
Ini bukan tentang judul. Ini tentang: Martin and his dearest obsession. ___ Maria hanya tak pernah mengira bahwa kehidupan SMA-nya yang baru menginjak tahun pertengahan akan berubah drastis karena obsesi seorang pemuda. Namanya Martin Edwards, murid popular langganan keluar-masuk ruangan BK yang entah bagaimana ceritanya mendadak memiliki obsesi dan mengejar Maria terang-terangan. But unfortunately, once he feels he can own something, it cannot be disputed. ___ by: koalatidur_2126 ©CORTIS
ANOMALI | E. Seonghyeon ✓ by koalatidur_2126
koalatidur_2126
  • WpView
    Reads 2,585
  • WpVote
    Votes 436
  • WpPart
    Parts 20
"Baca buku banyak gak perlu validasi penghargaan." ___ Seantero Sastra bukan definisi kesempurnaan. Dia hanya pelajar biasa yang gemar membuat ruangan di dalam ruangan. Bukan pula murid jenius berkacamata andalan para guru. Dia hanya, Seantero Sastra. Tidak mengaku sebagai pujangga puisi, tapi syair Rendra dan Chairil Anwar setia teronggok di atas ranjang. Tidak mengaku sebagai kutu buku, meski jejeran novel berbagai kategori menjadi bukti konsumsi otaknya sehari-hari. Namun, kini aku mengerti, mengapa Sean lebih memilih menggerus waktu istirahatnya dengan satpam sekolah ketimbang berbaur dalam hiruk pikuk kantin. Aku mulai memahami bahwa eksistensinya nyata, bukan bayangan samar di pojok pustaka sekolah. Karena dia Seantero Sastra, bukan Dilan yang bermulut manis, ataupun Rangga si jago puitis. by: koalatidur_2126 ©CORTIS