thingxebrunxv
- Reads 558
- Votes 120
- Parts 3
Cynthia adalah wanita berumur 24 tahun yang dikenal sebagai sosok sempurna di mata banyak orang. Cantik, elegan, dingin di kantor, dan mampu memimpin perusahaan besar seorang diri. Tidak ada yang tahu kalau di balik senyum tenangnya, Cynthia menyimpan luka yang belum benar-benar sembuh setelah perceraian dengan mantan istrinya, Greesel.
Pernikahan mereka dulu terlihat begitu sempurna. Mereka saling mencintai sejak muda dan membangun keluarga kecil bersama empat anak perempuan mereka. Namun semuanya runtuh ketika Cynthia mengetahui Greesel berselingkuh. Sejak hari itu, Cynthia memilih mengakhiri hubungan mereka dan membesarkan anak-anaknya sendiri.
Meski terlihat kuat, Cynthia sebenarnya perlahan hancur. Ia terlalu sibuk bekerja sampai sering lupa menjaga dirinya sendiri. Pulang larut malam sudah menjadi hal biasa baginya. Namun ada satu orang yang selalu memastikan Cynthia tidak pernah sendirian, yaitu Erine.
Erine, anak ketiga Cynthia yang berumur 18 tahun, adalah anak yang paling dekat dengannya. Sifatnya tomboy, manja, posesif, tetapi sangat perhatian. Erine selalu datang menjemput Cynthia di kantor, entah siang ataupun tengah malam. Bahkan ketika hujan deras dan jalanan sepi, Erine tetap menunggu di parkiran hanya untuk memastikan maminya pulang dengan aman.
Erine tidak suka Cynthia berjalan sendirian. Ia selalu khawatir ada orang asing yang mengganggu atau memanfaatkan Cynthia. Karena itu Erine sering terlihat terlalu protektif. Ia akan langsung memasang wajah dingin kalau ada rekan kerja yang mencoba mendekati Cynthia terlalu lama.
Semua orang di kantor tahu satu hal: kalau Erine datang, tidak ada yang berani macam-macam dengan Cynthia.
Cynthia sebenarnya sadar anaknya terlalu posesif, tetapi di sisi lain ia merasa hangat. Setelah perceraian, hanya Erine yang selalu ada untuknya tanpa pernah pergi. Bahkan saat Cynthia terlalu lelah untuk memegang perusahaan, Erine lah yang diam-diam mengambil alih pekerjaan dan membantu mengurus semuanya.
Di rumah,