jasjustobeli
Dijadikan bahan taruhan oleh teman sendiri mungkin tidak akan terjadi di semua hidup orang. Natasha yang sejak awal tahu bahwa ini adalah permainan berbahaya hanya mencoba mengambil sisi positif seperti,
"Ini pasti seru banget, hiburan yang gak datang dua kali"
"Jadiin pengalaman hidup bagus juga, paling engga hidupku gak bakal sepi. Setiap hari bakal ada drama yang nunggu aku di sekolah"
atau
"Anggap aja lagi Five vs One. Siapa bilang taruhan cuma boleh dinikmatin sama pemainnya? bahan taruhan juga bisa jadi partisipan kan?"
Semua ide dan percakapan gila terus berulang, menawarkan bayangan-bayangan yang belum pernah terjadi di hidupnya.
Yang Natasha tahu, ini adalah saat terbaik untuk membalas Nathan. Teman masa kecil sekaligus cinta pertamanya, yang sudah menghina dan membuangnya begitu saja.
Tapi, Natasha hanyalah manusia yang dapat berencana. Natasha jelas tidak tahu akan masa depan, apa yang akan terjadi dan apakah ending yang dia inginkan dapat terwujud.
Natasha juga tidak pernah tahu bahwa seseorang dari masa lalu nya akan kembali, menawarkan diri menjadi dokter dan obat penyembuh. Di saat yang sama, Nathan-- seseorang yang menjadi pemeran utama dalam hidup Natasha, cinta pertama sekaligus patah hati pertama, akhirnya sadar bahwa perasaan Nathan lebih dari sekedar teman biasa atau teman masa kecil, laki-laki itu hanya terlalu bodoh untuk menyadari perasaannya sendiri.
Lalu saat semua itu terjadi di depan matanya, apa yang akan Natasha pilih? yang mana yang akan menjadi pilihan terbaik untuknya?