Noir_X_One_1's Reading List
4 stories
Dekapan Badai (Obscura) by Noir_X_One_1
Noir_X_One_1
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 16
DI BALIK DERU NAPAS YANG DINGIN . Dekapan hangat, manis, liar dan posesif. Ganda adalah pria yang hidup dalam bayang-bayang. Profesinya sebagai eksekutor Kontrak Nyawa di Ibu Kota menuntutnya untuk selalu stoik, tanpa celah, dan tanpa rasa. Baginya, menyentuh target adalah bagian dari rutinitas yang menjemukan, hingga suatu malam, otoritas tertinggi mengirimkan seorang pengawas untuk mengunci pergerakannya: Gini. Gini hadir sebagai sebuah pesona yang berbalut gaun modern yang memeluk lekuk tubuhnya dengan provokatif. Ia datang dengan aroma melati pesisir yang lembap dan tatapan mata yang mampu membedah rahasia terdalam Ganda. Di kamar-kamar hotel mewah dan lorong-lorong ruko yang sunyi, sebuah permainan tarik-ulur yang berbahaya dimulai. Ganda adalah api yang membara karena sisa-sisa kemanusiaannya, sementara Gini adalah hawa dingin yang menenangkan sekaligus mematikan. Setiap sentuhan Gini di leher Ganda terasa seperti kehangatan sekaligus kematian yang dingin-sebuah kedekatan yang ganjil. Di antara aroma kopi pekat dan gelas kristal yang berkeringat, mereka terjebak dalam pusaran hubungan terlarang. Gini sering kali mendekat, membisikkan peringatan di telinga Ganda dengan suara lembut yang justru terdengar seperti undangan. Kecupan dingin di kening saat Ganda terpuruk, atau pelukan dari belakang yang begitu posesif, membuat Ganda sadar bahwa ia tidak sedang diawasi oleh seorang musuh, melainkan sedang didekap oleh sesuatu yang menjanjikan surga di tengah dunia yang hancur. Ketika tugas menuntut nyawa namun batin menginginkan dekapan, Ganda dan Gini menciptakan oase mereka sendiri. Sebuah hubungan yang dibangun di atas kebohongan-kebohongan demi melindungi satu sama lain dari hukuman yang menanti di balik pintu kegelapan. Saat garis batas antara pengabdian dan hasrat mulai luruh, Ganda harus memilih: tetap menjadi eksekutor yang patuh, atau menyerahkan seluruh detak jantungnya ke dalam pelukan dingin Gini.
DUKUN DEGLENG by Noir_X_One_1
Noir_X_One_1
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 14
Dia pikir dunia gelap itu menyeramkan ternyata tak seburuk yang anda kira. . Tapi ketika memasuki dunia Monster, Siluman dan Hantu Cantik akan dibawanya ke dunia selain keping emasnya.... . Gelap untuk membangun suasana grimdark fantasy dengan sentuhan kearifan lokal (dukun, keping emas, jubah yang berpadu apik dengan elemen body horror yang kental. . Karakter Mat Kompleh terasa sangat mengancam sekaligus menarik karena kontras antara penampilannya yang acuh tak acuh dengan kengerian mulut di telapak tangan yang mengeluarkan lintah miliknya. Sebuah saga di dimensi Jabarut. . Di dunia yang segalanya nanggung dan setengah jadi, seorang tabib gagal dari Bumi terdampar menjadi dukun 'spesialis' yang menyembuhkan pahlawan di alam Jabarut bukan dengan sihir cahaya, melainkan dengan gergaji kayu berkarat, lintah haus darah, dan tagihan medis yang lebih mengerikan daripada monster itu sendiri-semua dilakukan demi membayar utang dan biaya renovasi rumah pengobatan yang nyaris roboh." Kalian akan penuh kejutan dalam tiap Babnya ... Awas ! . PERINGATAN! . Peringatan Dimensi Waspadalah terhadap bayangan yang tampak lebih gelap dari lingkungan sekitarnya. Jika ia mulai merambat ke arah kaki Anda, segera menjauh dari area telaga. Sekali warna hitam itu melekat, Anda tidak akan pernah menginginkan gadis bening lagi. . Jangan pernah menerima tawaran makan dari kedai umum. Jika Anda melihat wanita tersenyum terlalu lebar tanpa alasan, jangan balas senyumannya. Di sini, kejujuran adalah senjata, namun kesempurnaan adalah jebakan maut. Kau tak akan bisa membawa Gadis eksotis di alam Jabarut ke kolong kasurmu yang gelap...
17 Nights by Noir_X_One_1
Noir_X_One_1
  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
A Mirror for the Soul... and Not Everyone is Ready for the Reflection. What happens when a retired vampiric philosopher, a data-obsessed scientist, a spirit-summoning shaman, and a Wi-Fi-loving Zen influencer sit down at a nameless coffee hut? Chaos, coffee, and a brutal collision of truths. Title: 17 Nights at the Junction Coffee Hut Subtitle: 4 Primeval Elements Cultivation: A Spiritual Narrative Experiment Toward the Axis of Peaceful Power Author: Nur Ich Wan Set over seventeen transformative nights at the mysterious Warung Prapatan, this isn't your typical spiritual guide. It is a "soul map" woven from the smoke of clove cigarettes and the bitter dregs of espresso. The Story: Through the eyes of Si Wan, a quiet observer scribbling in the shadows, we witness the Legendary Quartet as they attempt to decode the Four Primeval Elements-Fire, Earth, Air, and Water. But these aren't just alchemical clichés; they are the raw archetypes of human restlessness, greed, ego, and serenity. As the debate rages between logic and intuition, the characters begin to realize they aren't finding the truth-they are orbiting it. Watching over them all is Mbah Mar, the silent owner who says little but hears everything, reminding them that nature is a verse that doesn't crave praise
PROF. TEOKRIT by Noir_X_One_1
Noir_X_One_1
  • WpView
    Reads 488
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 27
Judul: PROF. TEOKRIT: Cinta Tak Mengenal Usia Penulis: Nur Ich Wan Genre: Action-Thriller, Philosophical-Romance, Mystery POV3rd. = Cerita ini tidak menggunakan pola penulisan MAHATAHU, sebagian besar menempel di pundak pelakon. Jadi sangat mudah diikuti . Tagline: "Logika mungkin bisa memenangkan debat, tapi hanya darah yang bisa menuntaskan konflik primordial." Target Pembaca: 15 - 70 Tahun (Dewasa yang menyukai aksi cerdas dan konspirasi). https://www.tumblr.com/communities/17nights-strory SPESIFIKASI Novel Pendek TEOKRIT The "Silver Fox" Badass: Karakter utama berusia 55 tahun. Bukan lelaki biasa, melainkan pria matang nyaris pensiun dengan setelan jas wol abu-abu, pembawaan tenang, namun memiliki gerakan yang mematikan dan efisien. Intellectual Action: Setiap aksi fisik dibarengi dengan strategi mental. Ia tidak hanya memukul; ia menghitung anatomi dan sudut serangan. Filosofi sebagai Senjata: Kutipan-kutipan filsafat dunia (Socrates, Al-Farabi, Kant) bukan sekadar tempelan, melainkan motivasi di balik setiap serangan dan keputusan. Vibe Sinematik: Narasi yang gelap Kamu bisa hubungin +62 813-3042-1753 Ngobrol boleh kok