radenkuiris
The Roaring Twenties. Dekade kemewahan yang gemerlap di mana jazz menenggelamkan gema perang dan sampanye menutupi bau busuk aristokrasi yang sekarat. Sementara dunia lama berdarah, Dinasti Winter berkuasa penuh. Mereka adalah kapitalis pemangsa di Dunia Baru, mengubah reruntuhan kekaisaran menjadi singgasana emas.
Di pucuk pimpinan adalah Hana Leni Winter, pewaris hedonis dari kerajaan Winter Jewel. Ditempa oleh perselingkuhan ayahnya dan puing-puing masa lalu sahabatnya, Hana memandang cinta sebagai kemewahan bagi orang miskin dan kelemahan bagi orang bodoh. Dia tidak datang ke Kekaisaran Berg untuk percintaan. Dia datang untuk memperluas kekuasaannya melalui Winter Jewel yang baru didirikan di Ratse, tempat bayangan kuno masih bersemayam.
Berdiri di antara puing-puing penjaga lama adalah Matthias von Herhardt, Adipati Arvis. Seorang pria yang terkenal karena mencampakkan tunangannya yang bangsawan, Claudine, demi kepolosan seorang rakyat biasa, ia terbiasa menundukkan kepala dan melanggar hukum. Aliansi mereka saat ini adalah kesepakatan timbal balik yang diperhitungkan dan telah terjalin dengan patriark Winter jauh sebelum senjata berhenti berbunyi.
Awalnya, Matthias memandang kemitraan ini hanya sebagai kebutuhan untuk warisannya. Namun, ia malah merasa kehilangan kendali dan terpikat oleh "Sang Pewaris Scarlett" yang berani mempermalukannya di aula kekuasaan dan mengejek kejantanannya dengan senyum yang tajam. Baginya, wanita itu adalah permata rubi yang langka dan sulit didapatkan. Bagi wanita itu, ia hanyalah aset lain yang akan dilikuidasi.
Di dunia ruang rapat yang berlumuran darah dan ruang dansa yang dipenuhi asap, perang dingin berkobar. Antara seorang Duke yang menolak untuk kalah dan seorang Winter yang menolak untuk merasakan, permainan ini bukan lagi tentang balas dendam. Ini tentang siapa yang memiliki siapa ketika musik akhirnya berhenti.
⚠︎ Fanfiction AU of COBYB
© Cry, Or Better Yet, Beg / Solche