Kiatchaa
Rumah itu berdiri di tengah kebun yang terlalu sunyi, dikelilingi pohon tinggi yang daunnya jarang bergerak meski angin berembus. Cat temboknya mengelupas, jendela-jendelanya tinggi dan gelap seperti mata yang terus mengawasi. Di dalam, udara terasa dingin walau malam belum terlalu larut. Jam dinding tergantung di hampir setiap ruangan-ruang tamu, lorong, tangga, dapur-semuanya berdetak dengan irama berbeda, menciptakan bunyi tik... tok... yang saling tumpang tindih seperti bisikan.