exzyny
Bagi Indah, lima tahun pernikahan bersama Oniel adalah anugerah terbesar. Oniel adalah suami yang penyayang, humoris, dan selalu tahu cara membuatnya tersenyum. Namun, di balik tawa yang mereka bagikan, ada sebuah kamar kosong di sudut rumah yang selalu berhasil menggoreskan luka tak kasatmata.
Pertanyaan demi pertanyaan dari orang sekitar mulai berubah menjadi beban yang menghimpit dada Indah. Setiap kali melihat Oniel begitu tulus menyayangi anak orang lain, rasa bersalah itu kembali datang merayap: Apakah aku belum sempurna sebagai seorang istri?
Di tengah ego yang terluka, kelelahan fisik, dan air mata yang tumpah di balik selimut, akankah pernikahan mereka tetap bertahan? Ataukah penantian ini justru akan mengikis cinta yang telah mereka bangun bersama?
"Sebab pada akhirnya, setiap penantian punya garis akhir. Dan setiap kamar kosong, punya waktu tersendiri untuk terisi."