pokatbusukkkk
- Reads 5,909
- Votes 406
- Parts 31
"Siji jiwa ing rong raga, siji lara kabeh krasa. Yen siji ilang, siji bakal sirna."
(Satu jiwa dalam dua raga, satu sakit semua terasa. Jika satu hilang, satu akan sirna.)
Di bawah bayang-bayang Gunung Lawu yang angker, Desa Wesi Aji menyimpan rahasia purba yang ditulis dengan darah dan air mata. Sasmita Wira Ardhana, sang putra tunggal kepala desa sekaligus pewaris Keris Nanggala Putih, harus menghadapi kutukan Raden Jatmiko-seorang manusia yang telah menanggalkan kemanusiaannya demi ilmu hitam yang lahir dari rasa iri yang tak bertepi.
Namun, takdir memiliki jalannya sendiri. Kedatangan pengembara misterius, Tengku Indera Lesmana, membawa pendar Cahaya Hijau Kehidupan yang mampu membasuh luka suksma Wira. Di tengah badai memala (wabah ghaib) dan kepungan ribuan mayit hidup, kedua pemuda ini dipaksa oleh alam untuk menjalani ritual terlarang: Manunggal ing Sukma.
Satu jiwa yang terbagi dalam dua raga yang elok. Setiap helaan napas Indera adalah denyut jantung Wira. Setiap luka di tubuh Wira adalah perih di batin Indera.
Di sisi lain, Tengku Arya Lesmana dengan kekuatan Petir Biru Elektrik-nya yang dominan, merajut obsesi pelindungan yang kelam terhadap Rangga Praditya, sang pemilik mata Kuning Pucat yang mampu menembus dimensi batin. Sebuah perlindungan yang begitu posesif, di mana maut sekalipun tidak diizinkan menyentuh milik mereka.
Ini bukan sekadar perang melawan iblis, melainkan perjuangan menjaga kemurnian rasa di tengah kegelapan Javanese Gothic yang mencekam. Tanpa pernikahan, tanpa ikatan duniawi, hanya ada sumpah suksma yang mengunci takdir mereka selamanya.
Sanggupkah mereka bertahan ketika raga mulai lebur menjadi energi murni, sementara rasa iri manusia terus mengintai dari balik kabut lereng Lawu?