chenlinwen's Reading List
3 stories
Hanya Aarash [END] by zaynandra3
zaynandra3
  • WpView
    Reads 22,930
  • WpVote
    Votes 1,775
  • WpPart
    Parts 13
Aarash selalu merasa tersisihkan dalam keluarganya. Orangtua mereka cenderung membanggakan Aariz-dari nilai, olahraga, sampai sikap di rumah. Sementara itu, Aarash sering dianggap "biasa aja". Walaupun Aarash berusaha, hasilnya seolah selalu kalah dari kakaknya.
Runtuh; Sang Anak Pembawa Sial by Miyaaaa1403
Miyaaaa1403
  • WpView
    Reads 2,623
  • WpVote
    Votes 215
  • WpPart
    Parts 23
Menceritakan seorang anak yang tak pernah dianggap di keluarganya dan dituntut menjadi sempurna "Ayah.. Alisa minta maaf" "Dasar anak bodoh!" "Emang enak di pukulin sama ayah?" "Alisa.. Alisa kuat kan? jangan nyerah ya? abang ada disamping kamu apapun yang terjadi.." "Pergi, gue muak ngeliat muka lo" "Alisa cantik.. Bunda akan selalu ada di dalam hati kamu, jangan menyerah.. ya?" "Kau adalah semesta ku.. Alisa" Inilah kisah Alisa Putri Ananda
MEMBASUH by Agustinaramli
Agustinaramli
  • WpView
    Reads 451
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 19
Tentang Samudra sebagai seorang anak pertama. dan sejak kecil, ia tumbuh bukan sebagai anak melainkan sebagai sandaran. Namanya seluas laut, tapi hidupnya lebih sering menjadi dermaga. tempat kapal-kapal lelah berlabuh, tempat keluh kesah dititipkan. tempat harapan orang lain disandarkan dengan tenang, seolah ia tak pernah keberatan. Ia belajar mengalah sebelum belajar meminta. belajar memahami sebelum sempat dipahami. belajar kuat bahkan ketika tidak ada yang benar-benar bertanya apakah ia baik-baik saja. Sebagai tulang punggung, bahunya terbiasa memikul. bukan hanya soal biaya, tapi juga emosi. Ia menjadi penenang ketika rumah terasa retak. menjadi penyangga ketika keadaan goyah. menjadi yang paling dewasa, bahkan ketika usianya belum siap. Samudra selalu berkata "iya." iya untuk tanggung jawab. iya untuk harapan. iya untuk peran yang tidak pernah ia pilih sepenuhnya. Ia pandai tersenyum agar tak ada yang merasa bersalah padanya. pandai menyembunyikan lelah agar tak menambah beban siapa pun. Ia mengira itulah arti menjadi anak pertama: kuat tanpa jeda, tegar tanpa suara. Namun jauh di dalam dirinya, ada ombak yang tak pernah benar-benar tenang. Lelah menjadi penyangga tanpa pernah disangga. lelah menjadi tempat pulang tanpa pernah tahu ke mana ia sendiri harus pulang. Samudra adalah laut yang luas, tapi bahkan laut pun perlu dibasuh oleh hujan agar asin yang terlalu lama tertahan bisa sedikit terasa ringan. Dan mungkin, untuk pertama kalinya, ia ingin belajar bahwa menjadi baik bukan berarti harus selalu mengorbankan diri.