Tyajati99
- LECTURAS 2,435
- Votos 174
- Partes 6
"Nanti kalau saya digigit bonding mate tapi malah kena rabies gimana? Mas Gerrit mending cari Omega lain gih... toh ya, Omega sekarang itu bodinya mantep-mantep banget, gak kurus kering kayak saya gini loh!"
Bagi Nara, hidup sendiri saja sudah sangat rumit tanpa harus berurusan dengan Alpha. Setelah ditipu oleh mantan pacarnya hingga terlilit utang miliaran rupiah, prinsip hidup Omega lokal bertubuh 156 cm ini cuma dua: jualan di warung tenda pinggir jalannya sampai utangnya lunas, dan jangan pernah menerima hadiah dari siapa pun demi menghindari utang budi baru.
Nara tidak peduli meski warga sekitar mencibirnya sebagai 'Omega sewaan' hanya karena dia belum juga menemukan Matenya di usia matang.
Sampai badai beraroma hutan pinus berkabut itu mendatangi warung tend kecilnya.
Gerrit.
Seorang Perwira Tinggi Militer blasteran Belanda-Indonesia bertubuh raksasa 202 cm, selalu dibuat mati kutu oleh Omega kecil sewangi roti matang itu.
Sebagai Alpha dominan yang tegas dan kaku, instingnya meraung liar menuntut untuk memanjakan, menyentuh, dan melimpahi Nara dengan tumpukan uang jajan jutaan rupiah.
Namun, setiap niat baiknya justru ditolak mentah-mentah oleh Nara dengan ceramah sopan tentang inflasi dan uang pensiun.
Keadaan semakin rumit ketika di antara tarikan feromon yang membakar, teror dari penipu masa lalu Nara yang mulai kembali, dan taktik Gerrit yang pelan tapi pasti mengikis batasan Nara.
Akankah sang Omega keras kepala ini menyerah pada takdirnya? Ataukah ketakutannya akan 'utang budi' dan 'rabies' akan membuat sang Jenderal bintang empat berlutut selamanya?