Xxxdudaholic
- Reads 2,261
- Votes 170
- Parts 18
PERINGATAN!!! INI CERITA DENGAN LAPAK BL, DI SARAN KAN BUAT YANG NORMAL JANGAN BACA, KHUSUS ORANG STRES AJA, KALO MAU TETAP MAU BACA AYO SAMA-SAMA STRES YUK💅
---
Di sebuah desa yang dikelilingi hamparan sawah hijau dan kabut pagi yang lembut, hidup seorang pemuda bernama Acely Bimantara-atau yang akrab dipanggil Cely. Wajahnya yang bersih dan sikapnya yang kadang polos, kadang blak-blakan, membuatnya jadi buah bibir warga. Banyak yang menyebutnya *kembang desa,* meski Cely sendiri sering tak sadar akan pesonanya.
Suasana desa itu hangat, dengan jalan tanah yang masih basah oleh embun, suara ayam berkokok tiap subuh, dan sapaan ramah warga yang selalu terdengar, "Mau kamana, Neng?" atau "Sing ati-ati di jalan, nya."
Namun ketenangan itu perlahan berubah sejak kedatangan seorang pria bernama Vez Aklian Fernandez-Pak Lian. Tinggi menjulang, tatapan tajam, dan sikap yang tegas membuat banyak orang segan. Ia bukan orang desa, tapi entah kenapa memilih menetap di sana. Meski irit bicara, kehangatan tersembunyi dalam sikapnya perlahan terlihat.
Pertemuan pertama mereka tak berjalan mulus. Cely yang bar-bar dan frontal langsung menabrak dinding dingin sikap Pak Lian. Tapi justru dari benturan itu, sesuatu mulai tumbuh-perasaan yang asing, canggung, tapi sulit diabaikan.
Di antara angin sore yang berhembus pelan, suara serangga malam, dan langit desa yang penuh bintang, kisah mereka berkembang. Bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang menerima diri, menghadapi masa lalu, dan memahami bahwa tidak semua yang tampak dingin itu tak punya rasa.
Dan bagi Pak Lian, sejak pertama kali melihat Cely berdiri di tengah sawah dengan senyum cerahnya, satu hal yang pasti-
"Kembang desa itu... milikku."
---
PENASARAN? YUK KITA GALI LEBIH DALAM..... DAN APA YANG KITA DAPAT DARI CERITA INI?