filosofialvsp
- Reads 3,986
- Votes 464
- Parts 31
Bagas Saputra, 22 tahun, tidak pernah punya mimpi besar. Hidupnya cukup jelas: bangun pagi, kerja keras, pulang malam, ulangi. Semua demi menanggung hidup bersama ayah yang lebih sering mabuk daripada waras. Tidak ada yang istimewa. Tidak ada yang perlu dirayakan.
Sampai sebuah kulit pisang mengubah segalanya.
Mati bukan karena pertempuran epik, bukan karena penyakit dramatis, tapi karena terpeleset di gang sempit dan kepalanya membentur sudut got yang sudah copot setengah. Bagas membuka matanya di tempat yang sama sekali asing: kamar batu dengan langit-langit tinggi, ranjang mewah, dan seorang lelaki yang mengklaim dirinya adalah kakak ketiga Bagas.
Bagas tidak punya kakak.
Bagas sekarang ada di dalam tubuh Caelum Aldric Vornstein, anak bungsu keluarga Vornstein yang diabaikan, punya tiga kakak laki-laki dan seorang ayah yang dingin, di dunia Aldenvara yang sama sekali berbeda dengan Jakarta yang penuh polusi dan kulit pisang berbahaya.
Masalahnya bukan cuma soal bertahan hidup di dunia baru. Masalahnya adalah: keluarga Vornstein menyimpan rahasia yang bahkan Caelum asli tidak pernah tahu. Dan semakin Bagas mencoba jadi Caelum, semakin dia menyadari bahwa dia mungkin bukan satu-satunya jiwa yang salah masuk.