Ikin_Slebew
"Di saat anak-anak lain menggenggam mainan, aku harus menggenggam tali tambang kambing dan galah pancing. Bukan karena hobi, tapi karena lapar tak pernah memberi pilihan."
Arlan tidak pernah tahu rasanya menjadi anak kecil yang bebas berlari tanpa beban. Baginya, setiap fajar adalah awal dari perlombaan melawan kemiskinan. Di pundak kecilnya, ada nyawa seorang ibu yang sakit-sakitan dan harapan yang seringkali dihantam kenyataan pahit.
Separuh harinya habis di padang rumput menggembala kambing orang lain, separuhnya lagi ia habiskan bersimpuh di pinggir sungai, menunggu mata pancingnya ditarik ikan agar ia dan ibunya bisa makan nasi hari itu. Dihina, dicaci, dan dianggap tak punya masa depan karena aroma kambing yang melekat di tubuhnya sudah menjadi makanan sehari-hari.
Namun, di balik baju kusam dan kulit legamnya yang terbakar matahari, Arlan menyimpan sebuah mimpi besar yang dianggap gila oleh dunia:
Menjadi seorang prajurit TNI.
Ikuti perjalanan hidup Arlan yang menyesakkan dada. Dari langkah tertatih di bangku SD, tekanan batin saat SMP, hingga perjuangan berdarah-darah saat SMA untuk menembus gerbang pendidikan militer. Sebuah kisah tentang air mata yang menjadi keringat, doa yang menembus langit, dan pembuktian bahwa ujung senja yang gelap bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah kemenangan.
Akankah seorang anak gembala yang terbiasa memegang tali kambing mampu memegang senjata demi kehormatan negara?
> "Jangan tanya seberapa dalam luka di telapak kakiku karena kerikil tajam. Tanyalah seberapa kuat hatiku saat melihat piring Ibu yang kosong."
> "Dunia boleh menjatuhkanku berkali-kali, tapi mereka lupa kalau aku sudah terbiasa jatuh saat mengejar ternak di perbukitan. Aku akan bangkit, hingga doreng ini melekat di badanku."