Daftar Bacaan Ikin_Slebew
4 stories
Arsitek Dendam by Ikin_Slebew
Ikin_Slebew
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
​"Enam tahun kesetiaan, lunas terbakar dalam satu sore di sebuah kafe mewah." ​Dani hanyalah seorang kurir paket yang hidup di antara debu jalanan dan target pengiriman. Selama enam tahun, setiap tetes keringatnya ia tabung demi satu tujuan: meminang Nayila, wanita yang ia cintai sejak sekolah. Namun, saat tabungan cincin itu terkumpul, Dani justru mendapati kenyataan pahit. Nayila berselingkuh dengan pria kaya, mencampakkannya dengan hinaan bahwa seorang kurir tidak punya masa depan. ​Kehancuran Dani tidak berhenti di situ. Kehilangan pekerjaan, depresi di pinggir danau, hingga pengeroyokan yang meninggalkan luka jahitan di alisnya, membuat Dani merasa hidupnya telah berakhir. Namun, sebuah potongan koran bekas mengubah segalanya: "Perbaiki shalatmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu." ​Berbekal luka di alis dan dendam yang ia ubah menjadi doa, Dani bangkit. Ia mulai membangun kerajaan logistiknya sendiri, menyusun rute sukses layaknya seorang arsitek yang teliti. Ia bersumpah tidak akan mengenal cinta sebelum dunia bertekuk lutut di bawah kakinya. ​Ini bukan sekadar cerita tentang kekayaan, tapi tentang pembuktian seorang pria yang dihancurkan oleh cinta, namun dibangkitkan oleh sujudnya. Akankah saat kesuksesan itu tiba, dendamnya terbalaskan? Ataukah ia menemukan bahwa kemenangan sejati bukan tentang menghancurkan masa lalu, melainkan mengikhlaskannya? "Berdasarkan kisah perjuangan seorang pria yang bangkit dari titik nol." #BalasDendam #Billionaire #Religi #Inspirasi #Perjuangan #SadToHappy.
Lelah Yang Disembunyikan Ayah by Ikin_Slebew
Ikin_Slebew
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 15
​"Setiap tetes keringatnya adalah rahasia, dan setiap batuk berdarahnya adalah cinta yang bungkam." ​Arman hanyalah seorang kuli panggul di kerasnya Pasar Induk Jakarta. Di pundaknya yang lecet dan menua, ia tidak hanya memanggul puluhan kilogram karung goni, tetapi juga harapan hidup kedua anaknya, Maya dan Reno. Baginya, rasa lapar adalah kawan lama, dan rasa sakit di dada adalah musuh yang selalu ia ajak bernegosiasi demi sepiring nasi uduk untuk buah hatinya. ​Namun, sampai kapan raga yang hancur bisa terus berpura-pura tegak? Saat kemiskinan mulai mencekik dan maut mengintai di balik batuk yang kian pekat, Arman harus memilih: menyerah pada rasa lelahnya, atau terus merangkak demi memastikan masa depan anak-anaknya tidak ikut terkubur bersamanya. ​Sebuah kisah menyayat hati tentang pengorbanan tanpa syarat, harga diri yang luruh di aspal panas, dan cinta seorang ayah yang memilih untuk hancur sendirian agar anak-anaknya tetap utuh. Siapkan tisu, karena novel ini akan membawa Anda menyelami palung kesedihan terdalam dari sosok pahlawan yang tak pernah memakai jubah, melainkan kaos singlet lusuh berbau keringat. ​Penulis: Ikin Slebew
Gema di Ujung Nadir by Ikin_Slebew
Ikin_Slebew
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
Dani adalah representasi dari jutaan mimpi yang hancur di bawah beban kerasnya kehidupan kota besar. Datang dari desa dengan harapan menjadi tulang punggung keluarga, Dani justru terjebak dalam lingkaran setan kegagalan yang tidak berujung. Setiap usaha yang ia lakukan selalu berakhir dengan penolakan, setiap doa yang ia panjatkan seolah memantul kembali dari langit yang bisu. ​Novel ini menceritakan perjalanan batin seorang pemuda yang berada di titik terendah kemanusiaannya. Di tengah rasa lapar yang melilit, ancaman pengusiran, dan kabar sakitnya sang ibu di kampung, Dani berteriak memanggil nama Tuhan dengan suara yang menggelegar-sebuah teriakan yang lahir dari rasa putus asa yang amat sangat. Ia berada di persimpangan antara menjaga iman atau menyerah pada takdir yang ia rasa terlalu kejam.
Napas Terakhir di Tanah Rantau by Ikin_Slebew
Ikin_Slebew
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
​"Ibu, Adam sudah kirim uangnya. Ibu sehat-sehat ya, Adam makan enak di sini..." ​Di balik pesan singkat penuh kebohongan itu, Adam (22) meringkuk di atas kasur tipis bedeng proyek Jakarta dengan paru-paru yang kian hancur oleh debu semen dan TBC. Demi memperbaiki rumah reyot dan mengobati mata ibunya di desa, Adam rela menelan harga dirinya sebagai kuli bangunan yang kerap dimaki dan diperas. ​Namun, Jakarta tidak punya hati bagi mereka yang lemah. Saat raganya mencapai titik nadir dan ia terbuang dari hiruk-pikuk kota, Adam hanya punya satu keinginan terakhir: pulang. Dengan sisa tenaga dan uang receh hasil memulung, ia menempuh perjalanan maut di kursi belakang bus ekonomi menuju Wonosobo. ​Ini bukan sekadar cerita tentang kemiskinan, melainkan sebuah elegi tentang bakti seorang anak yang mempertaruhkan napas terakhirnya demi sebuah janji. Sebuah perjalanan pulang yang menyayat hati, membuktikan bahwa cinta pada ibu adalah satu-satunya alasan untuk terus melangkah, bahkan saat maut sudah di depan mata. ​Siapkan tisu, karena perjalanan Adam akan membuat Anda menghargai arti sebuah kepulangan.