Petualangan Karya 3 (Faza Citra Production)
19 stories
2 souls 2 wings: Matahari untuk bulan by Cyrilvirgoz
Cyrilvirgoz
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 11
Tentang dua sahabat yang selalu berjalan bersama, baik dalam suka maupun duka. Namun ketika masalah besar datang dan memisahkan mereka ke dalam dua kubu, dunia terasa berbeda. Meski begitu, selalu ada jalan yang membawa mereka kembali. Mereka adalah dua jiwa dengan dua sayap yang sama, terbang bersama seperti burung yang bebas di langit luas. "Darren adalah bulanku!" - R "Revan adalah matahariku." - D Satu jantung yang terbagi dua. Dua insan hebat yang akan selalu bersama, dalam suka maupun duka. ✨ INI CERPEN! Hanya beberapa potongan tentang hidup dua jiwa. (WARNING❗This is not bl❗)
The Sin Of Forgiveness Border by Ndiin2828
Ndiin2828
  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 15
Langkah demi langkah terlewati, di atas bebatuan yang mengikis kulit, rasa perihnya tidak lagi bisa dibedakan-apakah masih sakit, atau hanya sisa ingatan tubuh yang belum sempat hilang. Rantai besi bergemerincing pelan di kedua kaki yang lecet. Suaranya berulang. Teratur. Terlalu teratur... seperti bukan lagi suara, melainkan sesuatu yang sengaja dibiarkan tinggal di kepala. Angin berhembus dingin, namun tidak ada satu pun daun yang bergerak. Gagak berputar di atas kepala, bersahutan tanpa henti. Suara mereka tidak semakin jauh, tidak juga semakin dekat. Seolah-olah jarak tidak berlaku di tempat ini. Aku mendongak. Tidak ada langit. Hanya sesuatu yang seharusnya menjadi langit... namun terasa kosong. Terlalu kosong, sampai mata mulai meragukan apa yang sebenarnya sedang dilihat. Aku diseret. Tubuh ini jatuh, terbanting, lalu dipaksa berdiri. Luka demi luka terukir tanpa jeda, tanpa tujuan yang jelas-seolah bukan untuk menyakiti, melainkan untuk memastikan bahwa rasa itu tidak pernah benar-benar hilang. Aneh. Rasa sakit yang terus-menerus... perlahan mulai menghilang. Dan itu jauh lebih mengganggu. Perjalanan berlanjut, hingga dunia berubah menjadi danau hitam yang tidak memantulkan apa pun. Tidak ada bayangan. Tidak ada bentuk. Bahkan ketika aku mencoba melihat diriku sendiri... tidak ada yang kembali. Sebuah perahu. Sebuah koin. Dan pertukaran yang berlangsung tanpa suara. "Deynadra Gyoverisklyn?" Sebuah tanda diberikan. Sebuah catatan dibuat. Tidak ada yang menjelaskan berapa banyak yang tersisa. Tidak ada yang menjelaskan apa yang sebenarnya harus diampuni. Dan yang paling mengganggu- Tidak ada yang bisa memastikan... apakah ini benar-benar sedang berjalan maju, atau hanya mengulang sesuatu yang sama, berulang kali... Tanpa pernah berakhir. Tanpa penjelasan. Tanpa penolakan. Hanya satu kalimat yang tersisa- *Pengampunan dosa tahap 73.*
Kumpulan Cerpen Juneachneun89 by Juneachneun89
Juneachneun89
  • WpView
    Reads 305
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 15
Berbagai cerita, berbagai rasa, menyatu dalam setiap lembar halaman. Kisahku, kisahmu, kisah kita. Hidup, mati, bertemu, berpisah. Sedih, senang, kehilangan, kebahagiaan. Inspirasi cerita yang menyatu dalam karya.
Kecil-kecil Didikan Dilan by Anindita_KhrnNsw
Anindita_KhrnNsw
  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 12
"Bandung kayaknya sial pisan, ya? Soalnya ada kamu di Bandung." -Juwita Anindiya Ayu Juwita, bertemu dengan Sagara. Sebuah SMA di bandung yang mempertemukan mereka berdua dengan cara yang tidak biasa. Sagara dicap mirip sekali dengan Dilan. Juwita tetap yakin pada pendapatnya tentang Sagara bahwa dia dengan Dilan sungguh jauh berbeda, apalagi sifat Sagara yang dianggap aneh oleh Juwita.Tapi, Sagara membuktikan bahwa cara dan orang lain untuk mendekati dan mewarnai hari Juwita sangat berbeda. "Aku ramal, kita akan bertemu di Kantin" -Sagara Satria Putra "Semua orang saat jam istirahat memang akan pergi ke Kantin!" -Juwita Anindiya Ayu
Dia, si Gadis Gerbong Kereta  by hosnia99
hosnia99
  • WpView
    Reads 307
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 16
Rasa itu tak pernah benar-benar usang, meski kini semuanya terasa asing. Satu tahun sudah Vidia menyulam tanya, meniadakan segala rasa ingin tahu yang kian hari kian menyiksa. Kepergian Ken yang tanpa penjelasan, menorehkan luka di hatinya. Izinnya hanya sebulan, saat ia akan bertandang ke Indonesia bagian timur. Namun nyatanya, pria yang bertugas sebagai relawan itu, hingga kini tak kunjung kembali. Gerbong Kereta melaju pelan, menggoyang-goyangkan tubuh Vidia yang telah lama berdiam diri oleh lelahnya tabir ketidaktahuan. "Mengapa sampai detik ini Ken tak kunjung kembali?" Pertanyaan itu senantiasa terngiang-ngiang di telinga. Vidia bersandar pada sandaran kursi, memejamkan Netra Hazelnya walau ia tak pernah benar-benar terlelap. Perjalanan jauh yang dilaluinya, membuat tubuh Vidia menagih istirahat. Namun tak jauh dari tempatnya duduk, terdapat beberapa orang sedang beradu mulut. "Heeiii Bicara yang Sopan!" teriak Alan, pria berambut klimis. Bibirnya bergerak-gerak pelan usai meneriaki salah satu penumpang. Netra Almondnya bergerak kesana-kemari, mendapat tatapan intimidasi dari pria bertubuh gempal. Vidia yang berada tak jauh dari penumpang yang terlibat adu mulut, karena berebut tempat duduk. Hanya terdiam, menyaksikan adegan selanjutnya. "BUGG." Sebuah bogeman mendarat di pipi kiri Alan, hingga membuat tubuh pria itu terjengkang ke belakang. "Argh..." Alan mengerang kesakitan, darah segar muncrat dari sudut bibirnya. "BANGUN!!!" Teriak Toni, menarik Krah baju belakang Alan. Tanpa ampun, ia menarik tubuh jangkung itu, dan melempar ke lantai kereta. Semua penumpang tampak panik, namun tak berani melerai, atau sekedar memberi pertolongan pada pria yang kini wajahnya di babat habis oleh Toni. "Tindakanmu sudah aku rekam, sekali aku tekan tombol kirim. Polisi akan meringkusmu!" ucap Vidia, dengan suara tenang, penuh penekanan. "BRENGSEK!!!" umpat Toni, dan berlalu pergi.
mencari jati diri by Vieastm
Vieastm
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 15
setiap manusia memiliki rencana yang sangat amat banyak. Namun dalam perjalanannya tak semudah itu. Dan ini, adalah puisi untukmu yang sedang mengusahakan untuk masa depanmu✨
A Series of Destiny  by hlxn_raa
hlxn_raa
  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 15
"Tidak ada kehidupan yang jauh lebih baik, dibanding bersama-Nya."-Anonim. Hati menginginkan untuk terus berada dekat dengan-Nya, tapi sayangnya hawa nafsu dan godaan untuk terus berada di jalan-Nya selalu mengalahkan niat tersebut. "Jika aku kembali kepada-Nya, memangnya aku bakalan diterima lagi? Dosaku telah menumpuk. Jika terlihat, gunung-gunung yang diciptakan-Nya akan kalah dengan setumpuk dosaku." -Amara Zahra Al-Malik. Jalan yang dilewati oleh gadis itu tak mudah. Perlu melewati setiap tragedi yang mampu menghancurkan jiwanya sendiri. *** Kisah berlandaskan cinta. Cinta yang membunuh atau cinta yang melindungi. "Di antara bencana cinta adalah al-walah, yaitu keadaan ketika akal pikiran hilang karena cinta. Orang yang tertimpa walah tidak bisa tidur, tidak bisa makan, dan lisannya hanya menyebut nama yang dicintai. Jiwanya telah ditawan. Ia hidup tapi seperti mayat berjalan. Cintanya telah membunuh jiwanya, yang tersisa hanya rindu yang menyiksa." -Ibnu Hazm *** Berfokus pada kisah romance dan beberapa taburan pelajaran yang bisa kita petik. Thanks! ***
Napas Terakhir by Trisya1812
Trisya1812
  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 16
"Satu langkah Abang ke depan, adalah satu helaan napas yang Juna relakan." ​Bagi keluarga Arkananta, kesuksesan Jaka adalah prioritas utama. Namun di sudut ruang tengah, ada raga yang perlahan memudar. Juna tau salah satu organ di tubuhnya tidak lagi bekerja baik seperti dulu, tapi ia memilih diam agar ambisi keluarganya tetap tegak. Ia adalah lilin yang rela habis demi menerangi jalan saudaranya. Ini bukan hanya tentang sebuah kisah biasa, tapi tentang napas terakhir yang di relakan untuk menjadi jembatan bagi mimpi orang lain
EPIDEMIA by liennyaldyns
liennyaldyns
  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 15
Sekolah sains terkenal yang bernama Apex academy mengadakan kegiatan penelitian di luar kota , di sebuah daerah yang bisa dibilang kurang terkenal. tempat tersebut dipilih untuk menjadi lokasi pembangunan dan dijadikan gedung penelitian karena agar para murid bisa terbiasa mengadakan kegiatan tidak hanya di kota besar , tapi juga bisa menangani pasien di kota kota kecil. tapi hal tak terduga terjadi di gedung tersebut, sebuah wabah yang tidak diketahui jenisnya menyerang para guru dan siswa siswi disana. wabah tersebut dapat menyebar dengan cepat ketika berkontak fisik langsung dengan orang yang terkontaminasi. beberapa hari jam setelah kejadian juga ada kecelakaan besar yang menyebabkan listrik di daerah tersebut mati total. Giselle dan beberapa teman temannya juga berada di gedung tersebut. mereka harus bisa menemukan cara untuk bertahan hidup dan bisa keluar dari sana.
Dia Bukan Kamu by Noviaprasetyaning
Noviaprasetyaning
  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
" jangan menunduk, El! " bentak Dirga pada gadis yang sedang menunduk di depannya. "maaf.. " hanya perminta maafan yang dia dapatkan dari gadis cantik di hadapannya. Dirga Maheswara Prambudi yang membenci Elora Alathea yang lemah. Gadis itu selalu membuat Dirga muak dengan kepolosan dan kelemahannya. Dirga yang selalu berkata kasar tetapi yang selalu menjadi pelindung gadis itu. sedangkan Elora benci dengan Dirga yang kasar, walaupun sayangnya dia hanya bisa diam dan tersenyum