BaskaraAksara
- Reads 452
- Votes 89
- Parts 25
Di balik sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh, Zenith memendam api yang hanya punya satu arah: Severus Snape. Tak pernah diucapkan, tak pernah diakui-cintanya tumbuh dalam diam, rapi seperti catatan investigasi yang sengaja disembunyikan. Zenith tahu mereka tak akan pernah berjalan di jalur yang sama, tapi justru itu yang membuat permainan menarik.
Ketika dunia meminta kesetiaan, Zenith malah memilih berkhianat dengan gaya. Memutar fakta, melanggar aturan tak tertulis, semua demi memastikan bayangan Snape tetap berdiri-walau pria itu tak pernah tahu namanya disebut dalam doa-doa sunyi. Pengorbanan jadi kebiasaannya: tanpa tepuk tangan, tanpa pengakuan, bahkan tanpa Snape sadari ada yang membayar harga untuknya.
Cinta bertepuk sebelah tangan? Zenith menganggapnya pilihan paling elegan. Ia berdiri di sudut paling gelap, melindungi yang tak akan pernah menjadi miliknya, dengan ekspresi tetap datar dan hati yang pura-pura tenang. Bagi Zenith, mencintai Snape bukan soal memiliki, melainkan soal memastikan dia tetap hidup-meskipun harus mengubur dirinya sendiri dalam prosesnya.
#Akan updete lagi, setelah 500 pembaca :) sekarang masih 300-an.
Disclaimer : Semua karakter milik JK.Rowling (Harry Potter) kecuali milik author.